BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG– Langkah taktis dan masif dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung resmi dimulai.
Sebanyak 100 personel Tim Penyuluh Mabes TNI tiba di Bumi Ruwa Jurai pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk memperkuat sektor rawan karhutla dari lini terdepan.
Kedatangan tim elite penyuluhan ini merupakan eksekusi cepat atas arahan tegas Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang menindaklanjuti instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Pemerintah pusat menginstruksikan agar penanganan karhutla tidak lagi menunggu api membesar, melainkan berfokus pada kecepatan respons titik panas (hotspot) serta penguatan edukasi masyarakat secara masif.
Tak sekadar simulasi, 100 personel Mabes TNI ini langsung diturunkan dan dibagi ke titik-titik krusial di seluruh jajaran Korem 043/Gatam.
Selama satu bulan penuh, para penyuluh akan bergerak masuk ke desa-desa dan kawasan rawan karhutla guna mengedukasi warga agar menghentikan praktik pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan dini.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han), menggarisbawahi bahwa kehadiran kekuatan tambahan dari Mabes TNI ini menjadi amunisi inti dalam memutus potensi bencana karhutla di Lampung.
Menurutnya, pendekatan humanis dan edukatif adalah kunci utama mencegah munculnya titik api sejak awal.
"Dengan meningkatkan kesadaran sejak dini, potensi munculnya titik api dapat ditekan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan," tegas Pangdam.
Ia melanjutkan, operasi pencegahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor—mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, hingga partisipasi aktif masyarakat—akan diperketat agar sistem peringatan dan penindakan dini karhutla di Lampung dapat berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan.