BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung, H. Darussalam, didampingi Bendahara Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M., serta Wakil Ketua M. Idris, melakukan kunjungan silaturahmi ke Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung Lampung di Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Rabu (22/7/2026).
Rombongan FPK Lampung tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan disambut hangat oleh jajaran pengurus serta para penyeimbang adat dari tiga marga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung, yakni Marga Balak Teluk Betung, Marga Bumi Waras, dan Marga Lunik.
Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0003998.AH.01.07 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung Lampung, kepengurusan organisasi tersebut dipimpin oleh M. Yusuf Erdiansyah, S.Kom., bergelar Gusti Pangeran Igama Ratu, sebagai Ketua. H. Andi Rifai, S.E. sebagai Sekretaris, Alqomar Nurdin sebagai Bendahara, serta Isnaidi sebagai Ketua Pengawas.
Turut hadir para tokoh adat dari masing-masing marga, yakni M. Nasir bergelar Kekhiya Sampurna Jaya dari Marga Bumi Waras, serta Zainabun Tanjunjata bergelar Dalom Bandakh Marga dari Marga Lunik.
saat memberikan arahan, Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung, H. Andi Rifai, S.E., menyampaikan pantun sebagai bentuk penghormatan, Keluarga Garuntang tidak jauh dari Kuripan,
Di sekitarnya berdiri bangunan berhias batu pualam.
Kami dukung Bang Haji Darussalam, mengemban amanah dari Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam kesempatan itu, pengurus Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan FPK Provinsi Lampung yang telah dilantik oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Mereka mengemukakan komitmennya untuk bersinergi bersama FPK dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan antar suku, melestarikan adat istiadat, serta menjaga nilai-nilai budaya Lampung sebagai identitas daerah.
Selain membahas penguatan persatuan, pertemuan juga menyoroti pengembangan Negeri Olok Gading sebagai Desa Wisata Budaya Marga Teluk.
Kawasan yang berpusat di Rumah Adat Lamban Dalom tersebut menjadi salah satu dari 16 desa wisata budaya yang ditetapkan Pemprov Lampung untuk direvitalisasi sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Program ini ditinjau langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pada 25 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menggarisbawahi bahwa adat dan budaya harus menjadi fondasi pembangunan daerah daerah.
Menurutnya, Negeri Olok Gading memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena pernah menjadi pusat perdagangan dan kehidupan masyarakat Lampung sebelum letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
Revitalisasi kawasan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas budaya, memperkuat identitas Lampung, sekaligus meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengemukakan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya, termasuk melalui penyediaan anggaran pembangunan daerah dan peningkatan fasilitas penunjang kawasan wisata budaya.
Ketua FPK Lampung, H. Darussalam, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Sai Batin Marga Teluk Betung. Menurutnya, silaturahmi menjadi bagian penting dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.
Ia mengingatkan pesan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat melantik pengurus FPK Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, yakni agar FPK menjadi perekat seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, membangun komunikasi antaretnis, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempercepat pembangunan daerah daerah.
"Lampung adalah rumah besar bagi seluruh suku, agama, dan budaya. Tidak ada mayoritas maupun minoritas, yang ada adalah masyarakat Lampung yang harus hidup rukun, saling menghormati, dan bergotong royong membangun daerah. FPK harus menjadi jembatan persatuan di tengah kemajemukan," ujar Darussalam.
Ia menjelaskan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) merupakan forum yang dibentuk berdasarkan kebijakan Kementerian Dalam Negeri sebagai mitra pemerintah dalam memelihara pembauran kebangsaan, memperkuat integrasi sosial, mencegah potensi konflik, serta membangun komunikasi dan kerja sama antar suku, etnis, ras, dan golongan.
Darussalam juga mengungkapkan, saat ini terdapat 37 paguyuban suku dan etnis yang tergabung dalam FPK Provinsi Lampung dan telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan makan siang bersama. Sebagai simbol terjalinnya kerja sama dan silaturahmi, pengurus Ikatan Keluarga Besar Sai Batin Marga Teluk Betung Lampung menyerahkan salinan Akta Pengesahan Pendirian Perkumpulan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia kepada Ketua FPK Provinsi Lampung.
Penyerahan tersebut menjadi penegasan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan, melestarikan adat dan budaya Lampung, serta bersama-sama mewujudkan Provinsi Lampung yang damai, harmonis, maju, dan berbudaya.