BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Beredar Isu Air Laut Naik 20 cm & Tsunami, BPBD Lampung: HOAX Informasi Tersebut TIDAK BENAR
Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai melalui WhatsApp yang menyebut adanya kenaikan air laut hingga 20 sentimeter, status siaga 3, potensi tsunami, hingga imbauan evakuasi.
Informasi tersebut bahkan disebut-sebut mengatasnamakan BMKG dan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung. Namun, kabar yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Hal itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melalui keterangan tertulis di media sosial pada Minggu (6/9/2026).
"Klarifikasi informasi hoaks. Beredar informasi melalui WhatsApp terkait status siaga 3, kenaikan air laut 20 cm, potensi tsunami, serta imbauan evakuasi yang mengatasnamakan BMKG dan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Bapak Andi dari BMKG Lampung dan Bapak Roby Wicaksono, S.H. selaku Kaposko Tanggap Bencana Polda Lampung, disampaikan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR/HOAKS," tulis BPBD Lampung.
BPBD Lampung meminta masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan pesan berantai yang sumbernya tidak jelas, terlebih informasi tersebut berkaitan dengan potensi bencana yang dapat menimbulkan kepanikan.
Masyarakat juga diminta memastikan setiap informasi mengenai kondisi kebencanaan melalui sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.
"Masyarakat diimbau untuk: tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, selalu memastikan informasi melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, dan BPBD Provinsi Lampung," tulis BPBD Lampung.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi.
"Tetap tenang, waspada, dan saring sebelum sharing," lanjut keterangannya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diimbau tidak menyebarkan pesan WhatsApp mengenai tsunami maupun kenaikan air laut 20 sentimeter tersebut, karena informasi tersebut telah dinyatakan hoaks oleh pihak terkait. (Putra)