BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) tahun 2026.
Inovasi ini menjadi angin segar bagi guru di berbagai daerah, khususnya di wilayah pelosok, karena pelatihan yang dulunya terkendala jarak, waktu, dan biaya, kini dapat diakses dengan mudah melalui digitalisasi.
Peluncuran program strategis ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta.
Dalam arahannya, Menteri Mu’ti memastikan bahwa guru merupakan agen pembelajaran sekaligus agen peradaban.
Ia menekankan bahwa seorang guru hebat bukan mereka yang merasa tahu segalanya, melainkan mereka yang terus mau belajar.
"Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan keterampilan motorik murid. Materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter.
Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru," ujar Menteri Mu’ti dalam pidatonya.
Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa tahun 2026 ini pihaknya melakukan penguatan besar-besaran.
Jika tahap awal berfokus pada percontohan, tahun ini implementasi PM-KKA difokuskan pada basis mata pelajaran dengan mengoptimalkan peran Kelompok Kerja (KKG/MGMP).
"Kita ingin memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang kelas, bukan sekadar konsep di atas kertas," tegas Nunuk.
Dua Jalur Fleksibel bagi Guru
Untuk menjangkau lebih dari 300.000 pendidik di seluruh Indonesia, Kemendikdasmen menyiapkan dua jalur pelatihan.
Jalur Reguler (Luring): Dilakukan melalui forum Kelompok Kerja (KKG/MGMP) dengan metode Teacher Experimental Training (TET).
Di sini, sekolah menjadi laboratorium bagi guru untuk merancang solusi atas tantangan nyata di kelas.
Pelaksanaannya memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang berlangsung satu kali dalam seminggu.
Jalur Daring (Digital): Diakses melalui kanal "Ruang GTK" pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Tersedia dalam dua bentuk.
Pelatihan Mandiri: Guru belajar fleksibel melalui modul dan video.
Diklat Bauran: Menggunakan Learning Management System (LMS) bagi guru yang memerlukan pendampingan lebih terstruktur dengan penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar.
Langkah ini diharapkan dapat memacu para guru di Lampung untuk lebih melek teknologi, terutama dalam penguasaan Koding dan Kecerdasan Artifisial, guna menjawab tantangan pendidikan di era modern. (*)