BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, dikeluhkan para pengguna jalan. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan nasional yang menghubungkan beberapa wilayah di Lampung Barat menjadi terhambat dan memicu kemacetan cukup panjang.
Kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) hingga memakan badan jalan. beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memarkirkan kendaraannya di sisi jalan karena antrean yang mengular hingga keluar area SPBU.
Akibatnya, ruang gerak kendaraan yang melintas di ruas jalan nasional tersebut menjadi semakin sempit. Kendaraan dari dua arah terpaksa bergantian melintas karena sebagian badan jalan telah digunakan sebagai lokasi antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.
Berdasarkan video berdurasi 32 detik yang diterima Kupas Tuntas, terlihat antrean kendaraan memanjang hingga cukup jauh dari area SPBU. Dalam rekaman tersebut, arus lalu lintas tampak tersendat dan beberapa kendaraan harus memperlambat laju bahkan berhenti untuk memberikan kesempatan kendaraan dari arah berlawanan melintas terlebih dahulu.
Situasi tersebut tidak hanya menyebabkan keterlambatan perjalanan para pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terlebih, ruas jalan tersebut merupakan jalur utama dengan volume kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.
"Macet di Pom Bensin Fajar Bulan gara-gara pengecoran, tolong pak Kapolres pak Kapolsek pak Bupati, pak wakil bupati tolong di cek cek Pom bensin fajar ini, tolong dulu dipantau," kata salah seorang pengendara dalam video yang diterima Kupas Tuntas, Senin (1/6/2026).
Sementara itu, pengendara lain yang melintas mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya akibat antrean kendaraan yang memenuhi sebagian badan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kalau antre sampai keluar SPBU seperti ini sangat mengganggu. Kendaraan yang lewat jadi susah bergerak karena jalannya menyempit. Kami memiliki harapan ada solusi agar antrean tidak sampai memakan badan jalan,” ujar salah seorang pengendara.
Pengendara lainnya menilai antrean panjang tersebut diperparah oleh dugaan banyaknya kendaraan yang digunakan untuk melakukan pengecoran BBM. Aktivitas tersebut diduga membuat antrean semakin panjang sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM harus menunggu lebih lama.
Menurutnya, jika pengawasan dilakukan secara maksimal, distribusi BBM dapat lebih tepat sasaran dan antrean panjang yang selama ini terjadi dapat diminimalisasi. Ia memiliki harapan pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga berulang kali melakukan pengisian BBM dalam jumlah besar.
Selain menyebabkan kemacetan, antrean yang memanjang hingga ke badan jalan juga dinilai berpotensi menghambat kendaraan darurat seperti ambulans maupun kendaraan pemadam kebakaran apabila sewaktu-waktu melintas di jalur tersebut.
"Kami juga mengkhawatirkan kondisi ini dapat memicu konflik antar pengguna jalan. Pasalnya, kendaraan yang hendak melintas dan kendaraan yang sedang mengantre kerap saling berebut ruang jalan, terutama pada jam-jam sibuk," kata dia.
Beberapa warga menilai perlu adanya pengaturan antrean yang lebih baik dari pihak pengelola SPBU agar kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM tetap berada di dalam area SPBU dan tidak meluber hingga ke badan jalan.
Masyarakat juga meminta instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pola distribusi BBM di wilayah tersebut. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga sekaligus mencegah antrean panjang yang berulang.
Para pengguna jalan memiliki harapan pihak kepolisian dapat turun tangan melakukan pengaturan lalu lintas serta penertiban kendaraan yang mengantre hingga memakan badan jalan. Kehadiran petugas dinilai penting untuk mengurai kemacetan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan. (*)