BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 561 ribu guru.
Pernyataan itu disampaikan Fajar saat menghadiri ramah tamah bersama Persyarikatan Muhammadiyah yang digelar dalam rangka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).
Bahkan menurutnya, jumlah kekurangan guru diperkirakan meningkat hingga sekitar 900 ribu guru pada tahun 2030 seiring banyaknya guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah mahasiswa dan alumni program pendidikan keguruan yang mencapai jutaan orang.
“Karena itu, pemerintah tengah melakukan berbagai pembenahan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), penguatan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta penyelarasan kebutuhan guru dengan sistem pendidikan tinggi,” jelas dia.
Fajar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas LPTK agar mampu menghasilkan calon guru yang kompeten dan profesional.
"Dengan LPTK yang berkualitas dan bermutu, kita dapat melahirkan calon guru yang kompeten dan kelak melahirkan anak-anak yang kompeten pula," ujarnya.
Ia turut mengapresiasi keterbukaan Pemprov Lampung dalam membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah serta memastikan bahwa Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional.
Menutup sambutannya, Wamendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Rakernas ALPTK PTMA ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan infrastruktur dan pengembangan di masa depan.
Sementara itu, Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad telah berperan aktif dalam membangun bangsa, khususnya melalui bidang pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai sektor dan berkontribusi dalam infrastruktur dan pengembangan, termasuk di Provinsi Lampung.
"Muhammadiyah selama ini telah membuktikan selama lebih dari satu abad bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui dakwah, tetapi juga melalui pendidikan," ujar Gubernur.
Gubernur juga memaparkan beberapa tantangan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Saat ini, Indeks infrastruktur dan pengembangan Manusia (IPM) Lampung masih berada pada peringkat ke-26 secara nasional. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung saat ini masih sekitar 24 persen.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Lampung menghasilkan ratusan ribu lulusan SMA sederajat. Namun, jumlah tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja formal yang mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Lampung terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penghapusan uang komite sekolah guna meringankan beban masyarakat, pengembangan kelas vokasi termasuk vokasi migran dengan penguatan kemampuan bahasa asing, serta program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana yang direncanakan mulai diselenggarakan pada tahun mendatang.
"Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia," tegasnya.
Gubernur juga memastikan bahwa Pemprov Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan infrastruktur dan pengembangan di masa depan.
"Pemerintah Lampung membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.