BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Festival KREASI Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Kabupaten Lampung Barat tidak sekadar menjadi ajang pertemuan insan pendidikan dari seluruh Provinsi Lampung. agenda yang mengusung tema “Pembelajaran Mendalam Berakar Budaya” tersebut diarahkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan gerak bersama untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan.
Festival KREASI GTK yang berlangsung di GOR Ajisaka, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1/9/26) selama empat hari itu mempertemukan perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan dari 15 kabupaten/kota dan Provinsi Lampung. Masing-masing daerah membawa 10 peserta untuk mengikuti berbagai rangkaian agenda yang telah disiapkan panitia.
agenda tersebut dihadiri Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, serta Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali.
Turut hadir Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran, Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial beserta jajaran, Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf. Rizky Kurniawan beserta jajaran, Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman beserta jajaran, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung serta beberapa tamu undangan lainnya.
Kepala Disdikbud Lampung Barat sekaligus Ketua Panitia Festival KREASI GTK, Tati Sulastri, menyampaikan menjadi tuan rumah agenda tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Lampung Barat. Terlebih, agenda itu menjadi kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur pendidikan dari seluruh daerah di Provinsi Lampung.
Menurut Tati, kehadiran perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi energi tambahan sekaligus penguatan bagi seluruh pihak untuk terus bergerak bersama membangun pendidikan Indonesia.
"Suatu kebanggaan bagi Lampung Barat menjadi tuan rumah acara kolaborasi dengan GTK. Kita mendapat kehormatan dengan hadirnya perwakilan dari Kemendikdasmen. Ini menjadi sebuah energi dan penguatan bagi kita untuk bergerak bersama membangun pendidikan Indonesia," ujar Tati.
Ia menjelaskan, Festival KREASI GTK diselenggarakan selama empat hari dengan beberapa agenda yang dirancang tidak hanya untuk mempertemukan para pendidik, tetapi juga menjadi ruang berbagi gagasan, inovasi dan praktik baik dalam dunia pendidikan.
Rangkaian agenda diawali dengan pembukaan sekaligus penyambutan kontingen dari berbagai kabupaten/kota. Selanjutnya, seluruh kontingen mengikuti pembukaan resmi Festival KREASI GTK yang menjadi titik awal pelaksanaan berbagai agenda selama empat hari.
Pada rangkaian berikutnya, para peserta akan mengikuti talk show inovatif yang menghadirkan guru-guru dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai inovasi pembelajaran serta berbagai praktik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak berhenti pada ruang diskusi, festival juga menghadirkan agenda yang melibatkan peserta didik. Salah satunya senam Anak Indonesia Hebat yang akan diselenggarakan bersama Yayasan Jantung Indonesia dan diikuti anak-anak di Kabupaten Lampung Barat.
Sementara itu, rangkaian festival juga diisi dengan berbagai perlombaan yang diselenggarakan selama dua hari. Seluruh rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan pengumuman hasil perlombaan sekaligus pemberian penghargaan kepada para peserta yang berhasil menunjukkan kreativitas dan inovasinya.
Tati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival KREASI GTK, khususnya Bupati Lampung Barat beserta Wakil Bupati dan jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi salah satu kekuatan bagi Disdikbud untuk terus bergerak dalam mengembangkan sektor pendidikan.
"Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat. Dukungan khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran, karena dukungan Bupati menjadi dukungan bagi kami untuk bergerak," katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak dan sponsor yang ikut mendukung terselenggaranya agenda. Tati memiliki harapan festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat meninggalkan dampak nyata melalui semakin kuatnya kolaborasi antarguru, tenaga kependidikan dan pemangku kepentingan pendidikan.
"Harapan kami ini tidak hanya sebagai agenda, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi memajukan pendidikan di Lampung. Dari Lampung Barat untuk Lampung, dari Lampung untuk Indonesia," ujarnya.
Senada, Ketua GTK Provinsi Lampung, Hendra Apriawan, menyampaikan Festival KREASI menjadi momentum berkumpulnya guru dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dan memperkuat sinergi.
Menurut Hendra, kehadiran para insan pendidikan dalam festival tersebut bukan sekadar memenuhi agenda atau agenda seremonial. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi upaya memperkuat barisan para pendidik dalam menjalankan tugas yang tidak mudah, yakni mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
"Kami hadir bukan seremoni, tetapi untuk menguatkan barisan. Kami meyakini tugas kami bukan tugas yang mudah. Mendidik generasi muda adalah sesuatu yang harus dipersiapkan sebaik mungkin," kata Hendra.
Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang telah bersedia menjadi tuan rumah. Ia menyebut Festival KREASI GTK merupakan agenda rutin yang telah memasuki pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar di Metro dan Bandar Lampung.
Ia menilai pelaksanaan festival di Lampung Barat menjadi momentum penting untuk melihat kembali berbagai pekerjaan rumah pendidikan yang masih harus diselesaikan di Provinsi Lampung. Karena itu, pertemuan para pendidik dari seluruh daerah diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan semangat baru untuk menghadapi tantangan tersebut.
"Kita masih banyak pekerjaan rumah di Provinsi Lampung yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan momen ini menjadi momentum bagi kita untuk terus berkolaborasi dan bersinergi," pungkas Hendra.
Dengan mengangkat pembelajaran mendalam yang berakar pada budaya, Festival KREASI GTK di Lampung Barat diharapkan mampu mempertemukan inovasi pendidikan dengan kekuatan lokal. Dari forum tersebut, gagasan dan praktik baik yang lahir di satu daerah diharapkan dapat dibawa dan dikembangkan di daerah lainnya, sehingga kolaborasi pendidikan benar-benar bergerak dari Lampung Barat untuk Lampung dan selanjutnya untuk Indonesia. (*)