Tuesday, 01 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Trotoar Sultan Agung Bandar Lampung Ambruk, DPRD Pertanyakan Pondasi Proyek Rp21 Miliar

01 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Trotoar Sultan Agung Bandar Lampung Ambruk, DPRD Pertanyakan Pondasi Proyek Rp21 Miliar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Lampung bakal meninjau langsung proyek revitalisasi trotoar di Jalan Sultan Agung yang sempat ambruk.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan dan mengetahui penyebab ambruknya trotoar yang terjadi secara tiba-tiba.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Zainal Abidin, saat rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026).

"Kita akan tinjau ke lapangan, terkait trotoar yang jebol. Tidak ada bencana, tiba-tiba ambruk. Apakah sesuai spesifikasi atau apa?" kata Zainal kepada PU kota. 

Menurutnya, peninjauan diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut telah diadakan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Bandar Lampung, Rayu R Warganegara, menjelaskan ambruknya trotoar di Jalan Sultan Agung bukan disebabkan oleh spesifikasi material yang tidak sesuai.

Ia menyampaikan, konstruksi lama yang menjadi pondasi tidak mampu menahan beban dari bangunan baru yang sedang dibangun.

"Sebab terjadinya ambruknya trotoar di Sultan Agung bukan dikarenakan kurang spesifikasi. Tapi pondasi yang lama tidak bisa menahan beban dari bangunan yang akan kita bangun baru kita pasang," jelasnya.

Zainal Abidin kembali memastikan, apakah anggaran proyek sebesar Rp21 miliar tersebut memang tidak mencakup pekerjaan untuk pondasinya?.

"Ya masuk, tapi memang kebetulan itu kurangnya penyangga saja," ujar Rayu.

Atas kejadian tersebut, Dinas PU Kota Bandar Lampung untuk sementara menghentikan pekerjaan di lokasi. Penghentian dilakukan selama proses evaluasi terhadap kondisi konstruksi.

"Jadi untuk sekarang ini kita lakukan penghentian sementara. Tim kita di lapangan sudah kita kosongkan, tidak boleh ada yang bekerja dalam tahap evaluasi tersebut," kata Rayu.

Ia melanjutkan, evaluasi dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap pekerjaan trotoar di Jalan Sultan Agung agar konstruksi yang dibangun nantinya dapat lebih aman dan mampu menahan beban.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari