BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus menggenjot pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan pada ruas RE Martadinata-Lempasing di Kota Bandar Lampung hingga ruas Lempasing-Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran.
Berdasarkan progres pekerjaan hingga 25 Agustus 2026, realisasi pelaksanaan proyek tersebut telah mencapai 20 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan target yang direncanakan sebesar 19 persen atau mengalami deviasi positif sebesar satu persen.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Asep Wirakarsa, melalui tim teknis, Ina, menjelaskan jika saat ini pekerjaan di ruas RE Martadinata-Lempasing memasuki tahapan pengecoran rigid pavement.
"Sampai dengan 25 Agustus, progres pelaksanaannya sudah mencapai 20 persen. Dari rencana sebesar 19 persen, sehingga ada deviasi positif satu persen," kata Ina, saat dimintai keterangan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, sebelum proses pengecoran dilakukan, pihak pelaksana terlebih dahulu memastikan seluruh pekerjaan pembesian telah sesuai dengan spesifikasi teknis.
"Hari ini kita akan melaksanakan pengecoran rigid pavement. Sebelumnya dilakukan setting pembesian dan pengecekan bersama, baik dari konsultan maupun dinas, untuk memastikan pembesian sudah sesuai. Setelah itu baru dapat dilanjutkan dengan proses pengecoran," ujarnya.
Asep menjelaskan, rigid pavement yang dibangun memiliki ketebalan hingga 30 sentimeter dengan lebar jalan mencapai 11 meter.
Berdasarkan kontrak, pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun, pihaknya berupaya melakukan percepatan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, percepatan pekerjaan menghadapi tantangan karena ruas RE Martadinata-Lempasing merupakan salah satu jalur penting yang tidak dapat ditutup secara total selama proses infrastruktur dan pengembangan berlangsung.
Untuk itu, pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan sistem buka-tutup dan pembagian area pengerjaan agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan.
"Kalau jalur ini ditutup total, kendaraan tidak bisa lewat karena ini merupakan satu-satunya akses. Jadi kita menggunakan metode pelaksanaan secara bertahap, dengan tetap membuka akses lalu lintas atau open traffic," jelasnya.
Pengerjaan rigid pavement dilakukan secara bergantian pada setiap sisi jalan. Ketika salah satu sisi selesai dikerjakan dan telah mencapai umur beton yang memenuhi persyaratan, jalur tersebut akan dibuka kembali untuk kendaraan. Selanjutnya, pengerjaan akan dilanjutkan pada sisi lainnya.
"Kalau tidak dikerjakan setengah-setengah, jalur dari salah satu sisi harus ditutup total dan kendaraan tidak bisa melintas. Makanya kita siasati dengan sistem bertahap. Satu sisi dikerjakan terlebih dahulu, setelah beton mencapai umur yang cukup, kendaraan bisa dialihkan melintas di sisi tersebut, kemudian kita lanjutkan pekerjaan di sisi lainnya," terangnya.
Ia pun meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar serta memaklumi adanya gangguan perjalanan dan potensi kemacetan selama proses pekerjaan berlangsung.
"Bagi pengguna jalan di sepanjang ruas RE Martadinata hingga Lempasing, kami mohon maklum apabila perjalanan sedikit terganggu. Kemacetan yang terjadi karena saat ini masih ada pelaksanaan pekerjaan di lapangan," pungkasnya.