Sunday, 23 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Tiga Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Meninggal Mengapung di Laut Pesisir Barat

22 August 2026 23:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
‎Tiga Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Meninggal Mengapung di Laut Pesisir Barat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat kecelakaan laut, Suroso (35), nelayan asal Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (22/8/2026).

‎Korban ditemukan mengapung di perairan Muara Canguk, wilayah perbatasan laut Sumberejo dan Way Haru.

‎Suroso sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu atau jukung yang ditumpanginya bersama rekannya, Herwandi, terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di Perairan Way Haru pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Keduanya saat itu hendak melaut dari wilayah tersebut untuk menjalankan aktivitas sebagai nelayan.

‎‎Kecelakaan terjadi ketika perahu yang ditumpangi Suroso dan Herwandi memasuki jalur keluar-masuk pelabuhan.

Saat berada di lokasi tersebut, perahu mereka dihantam gelombang laut. Dua hempasan gelombang pertama masih berhasil dilewati, namun pada hempasan berikutnya perahu dihantam gelombang yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar tiga meter.

‎Gelombang besar tersebut membuat perahu yang ditumpangi kedua nelayan itu terbalik. Herwandi yang merupakan nakhoda perahu kemudian berusaha berenang menuju perahu yang telah terbalik untuk mencari Suroso.

Namun, saat dilakukan pencarian di sekitar lokasi, korban tidak terlihat dan diduga telah terbawa arus.

‎Herwandi kemudian berusaha bertahan di tengah laut. Selama kurang lebih tiga jam, ia terombang-ambing sebelum akhirnya berhasil berenang menuju tepian pantai.

Sementara Suroso tetap belum diketahui keberadaannya sehingga laporan kehilangan segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

‎‎Pencarian terhadap Suroso dilakukan secara gabungan dengan melibatkan aparat kepolisian, unsur terkait dan masyarakat sekitar.

Upaya tersebut dilakukan dengan menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus setelah perahu yang ditumpanginya terbalik.

‎Harapan keluarga untuk menemukan Suroso akhirnya mendapatkan titik terang pada Sabtu pagi.

Sekitar pukul 08.10 WIB, seorang nelayan bernama Tumono yang sedang melintas di Perairan Muara Canguk melihat benda menyerupai tubuh manusia mengapung di permukaan laut.

‎Tumono kemudian melakukan pengecekan terhadap benda yang dilihatnya tersebut.

Setelah diperiksa, benda tersebut diketahui merupakan mayat yang diduga kuat sebagai Suroso, nelayan asal Pekon Way Haru yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kecelakaan laut tiga hari sebelumnya.

‎Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian disampaikan kepada warga Pekon Way Haru. Warga bersama beberapa nelayan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan dua unit jukung untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

‎‎Sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah Suroso berhasil dibawa menuju Pelabuhan Way Haru. Setelah tiba di pelabuhan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

‎Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., menyampaikan kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak kecelakaan terjadi hingga korban ditemukan.

‎“Personel Polsek Ngaras bersama tim gabungan telah melakukan pencarian, pengumpulan informasi dari para saksi, koordinasi dengan instansi terkait, serta pemantauan perkembangan situasi di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Doni.

‎Pencarian tersebut melibatkan personel Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat, Pos AL Bangkunat, Ditpolairud Polda Lampung, Basarnas serta masyarakat sekitar.

Dari hasil keterangan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat terjangan gelombang tinggi yang menyebabkan perahu korban terbalik.

Faktor keselamatan juga menjadi perhatian karena korban disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai saat melaut.

‎Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan terkait musibah kecelakaan laut tersebut dan mengemukakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Keluarga juga mengemukakan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap korban.

‎Kapolsek Ngaras menyerukan masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Barat, agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas sebelum melaut.

Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan ketinggian gelombang serta menunda aktivitas apabila kondisi laut dinilai tidak memungkinkan.

‎“Kami menyerukan para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan ketinggian gelombang sebelum melaut. Apabila kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti pelampung wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.

‎‎Polres Pesisir Barat bersama jajaran juga akan terus memantau kondisi wilayah pesisir dan mengedepankan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi kecelakaan laut, terutama ketika cuaca dan gelombang dalam kondisi kurang bersahabat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari