BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
murid antar sekolah negeri menjadi sorotan Pemerintah Kota Metro di awal tahun ajaran baru.
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengevaluasi pola penerimaan murid baru setelah ditemukan adanya sekolah yang hanya mendapatkan puluhan siswa.
Hal tersebut disampaikan Rafieq saat memimpin apel mingguan di halaman Pemerintah Kota Metro, Senin (13/7/2026).
Ia mengungkapkan, temuan itu didapat saat dirinya mengikuti Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah pada hari pertama masuk sekolah.
Rafieq menyebutkan, masih terdapat kesenjangan jumlah peserta didik baru di beberapa sekolah negeri. Bahkan, ia mendapat informasi ada salah satu SD negeri di wilayah Metro Pusat yang hanya menerima sekitar 20 murid baru pada tahun ajaran kali ini.
“Tadi pagi saya mengikuti Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Dari sana saya mendapat informasi bahwa ada SD negeri di Metro Pusat yang hanya menerima sekitar 20 murid baru,” kata Rafieq.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena jumlah murid berpengaruh terhadap berbagai aspek operasional sekolah, salah satunya penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Semakin sedikit jumlah siswa, maka semakin terbatas pula dukungan anggaran yang diterima sekolah.
“Di Metro ada sekolah dengan jumlah murid yang banyak, tetapi ada juga yang hanya mendapat sekitar 20 anak. Dinas Pendidikan perlu menjelaskan pola yang digunakan setelah hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diumumkan,” ujarnya.
Rafieq menilai ketimpangan jumlah siswa tidak hanya berkaitan dengan persoalan penerimaan murid, tetapi juga menyangkut pemerataan kualitas pendidikan.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh sekolah negeri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik dari sisi jumlah peserta didik, fasilitas, maupun kualitas pembelajaran.
Ia juga menyoroti masih kuatnya anggapan masyarakat mengenai sekolah favorit dan nonfavorit. Menurutnya, persepsi tersebut membuat sebagian sekolah menjadi pilihan utama orang tua, sementara sekolah lain mengalami kekurangan pendaftar.
Rafieq meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB, termasuk penyebaran murid, mutu tenaga pendidik, fasilitas sekolah, serta program unggulan masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya memperhatikan sekolah yang memiliki banyak peminat, tetapi juga harus memastikan sekolah yang kekurangan murid tetap mendapatkan perhatian agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.