Tuesday, 18 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Ribuan Karyawan Sungai Budi Group Bakal Demo Polda Lampung, Polres dan Pemda Lampung Tengah

18 August 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Ribuan Karyawan Sungai Budi Group Bakal Demo Polda Lampung, Polres dan Pemda Lampung Tengah
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Ribuan karyawan Sungai Budi Group akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Lampung, Mapolres Lampung Tengah, dan Kantor Pemkab Lampung Tengah, Rabu (19/8/2026) mendatang.

‎‎Aksi tersebut digelar menyusul pembakaran 36 bangunan dan 12 kendaraan milik PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Rabu (12/8/2026) lalu, serta pendudukan lahan HGU perusahaan yang disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.

‎‎Informasi yang dihimpun wartawan dari internal Sungai Budi Group menyebutkan, ribuan karyawan akan membawa dua tuntutan utama yakni mengusut tuntas pembakaran dan perusakan aset perusahaan serta meminta kepastian hukum atas pendudukan lahan HGU PT BSA.

‎‎Para pekerja juga akan mempertanyakan tindak lanjut beragam laporan dan pengaduan perusahaan terkait dugaan pencurian, perusakan, serta pendudukan dan penguasaan lahan yang sebelumnya telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.

‎‎“Persoalan ini sudah berlangsung lama. Perusahaan berulang kali menempuh jalur hukum dan menyampaikan laporan. Sekarang bukan hanya lahan yang diduduki, tetapi sudah terjadi pembakaran kantor, mess dan berbagai aset perusahaan. Kami meminta kepastian hukum,” kata sumber ini, Sabtu (15/8/2026).

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 36 bangunan dan 12 kendaraan hangus terbakar saat terjadi peristiwa pembakaran di areal kantor PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Rabu (12/8/2026) lalu.

Informasi dihimpun Kupas Tuntas, sebelum aksi pembakaran mess karyawan, gudang dan fasilitas lain milik PT BSA, sudah didahului dengan adanya aksi pendudukan areal perkebunan PT BSA oleh massa dari 3 kampung berjumlah sekitar 200 orang yang sudah berlangsung selama 277 hari.

Lalu, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, sekitar 200 warga  mulai memasuki areal perkantoran PT BSA karena mengetahui PT BSA melakukan pemanenan kelapa sawit.

Kemudian pukul 08.00 WIB, massa dari 3 kampung beragam 30 orang berkumpul di perkantoran PT BSA depan Asrama Askeb.

Dan pada pukul 10.00 WIB, massa melakukan orasi di depan kantor PT BSA agar Askeb PT BSA menemui massa dan meminta pihak perusahaan segera meninggalkan kantor PT BSA.

Pukul 10.40 WIB, massa sudah tidak terkontrol dan mulai memecahkan kaca serta membakar gudang minyak PT BSA. Sampai akhirnya aksi pembakaran meluas ke fasilitas lain milik perusahaan.

Akibat aksi pembakaran tersebut, sebanyak 36 unit bangunan ludes terbakar. Rinciannya, mess 26 unit, kantor 2 unit, gudang BBM 1 unit, bengkel 1 unit, gudang listrik/genset 1 unit, gudang pupuk 1 unit, gudang logistik 1 unit, laboratorium 2 unit, dan pos satpam 1 unit.

Selain itu, sebanyak 12 unit kendaraan ikut dibakar warga. Rinciannya, mobil pribadi 2 unit, motor 2 unit (1 unit milik perusahaan dan 1 unit milik anggota Brimob), truk 3 unit, traktor 3 unit dan mobil tangki 2 unit.

Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles menuturkan, berdasarkan pendataan sementara, kerusakan terjadi pada beragam bangunan, mes karyawan, alat berat, kendaraan hingga persediaan bahan bakar dan oli milik perusahaan.

"Kurang lebih gedung rusak dan terbakar sampai saat ini ada 8 unit gedung dan beragam kendaraan," kata AKBP Charles, Kamis (13/8/2026)

Ia menerangkan, dari data dihimpun kepolisian, 8 bangunan tersebut meliputi kantor PT BSA, pos satpam, gudang genset, gudang pupuk, gudang BBM solar/pertalite, gudang bengkel, gudang logistik serta dua bangunan laboratorium.

Selain itu, sebanyak 26 pintu mes karyawan atau pekerja PT BSA juga terdampak dalam kericuhan tersebut.

Selain itu, lanjut dia, ada 3 unit traktor, 3 unit kendaraan tangki air, 3 unit truk, 1 unit Ford Ranger double cabin, 1 unit Daihatsu Taft serta 2 unit sepeda motor, ikut dibakar.

Dua sepeda motor tersebut masing-masing merupakan milik perusahaan dan milik anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan di lokasi.

“Kebakaran juga menghanguskan 9.400 liter solar industri yang didatangkan dari Way Lunik. Sebanyak 418 liter oli juga tercatat ikut terbakar,” jelasnya.

AKBP Charles menuturkan, jumlah tersebut masih merupakan pendataan sementara. Polisi masih melakukan inventarisasi untuk memastikan seluruh aset yang rusak maupun terbakar.

AKBP Charles memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kericuhan tersebut. beragam alat bukti juga tengah dikumpulkan sebelum dilakukan gelar perkara.

Ia menuturkan, gelar perkara nantinya dilakukan untuk menentukan apakah telah terdapat minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.

Ia menerangkan, saat ini kondisi di kawasan PT BSA telah kembali aman dan kondusif. Polisi masih melakukan pengamanan dan meminta masyarakat tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena lokasi tersebut masih dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ia melanjutkan, sebanyak 545 personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di kawasan PT BSA di Kecamatan Anak Tuha.

AKBP Charles menuturkan, ratusan personel tersebut diterjunkan untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya kericuhan susulan.

"Untuk personel yang saat ini disiagakan terdiri dari Dit Samapta Polda Lampung 96 personel, Dit Intelkam 30 personel, Dit Reskrimum 60 personel, Brimob 150 personel, Polres Lampung Tengah 127 personel, Samapta Polres Lampung Timur 40 personel, Samapta Polres Metro 22 personel dan TNI 20 personel," kata AKBP Charles.

Selain menjaga situasi, personel yang disiagakan juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian yang masih dalam proses penyelidikan atau olah tempat kejadian perkara

AKBP Charles memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinilai aman dan kondusif. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari