Friday, 02 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lantik 26 Pejabat, Bupati Mesuji Minta Pejabat Turun ke Lapangan, Bukan Hanya Duduk di Kantor

02 October 2026 12:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Lantik 26 Pejabat, Bupati Mesuji Minta Pejabat Turun ke Lapangan, Bukan Hanya Duduk di Kantor
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

sumpah/janji 26 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan sekaligus serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Simpang Pematang tersebut berlangsung di Balai Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang. Pelaksanaan pelantikan dilakukan secara sederhana dan tidak digelar di Gedung Bupati Mesuji.

Sebanyak 26 pejabat yang dilantik terdiri dari enam Pejabat Administrator, empat Pejabat Pengawas, dan 16 Pejabat Fungsional.

saat memberikan arahan, Elfianah meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan jabatan sebagai amanah dengan mengedepankan tanggung jawab, disiplin, integritas, serta kinerja.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mesuji, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik. Saya memiliki harapan amanah dan kepercayaan yang diberikan ini dapat dijawab dengan kerja nyata, tanggung jawab, disiplin, integritas, dan kinerja yang semakin baik," kata Elfianah.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi maupun kewenangan, tetapi membawa tanggung jawab terhadap organisasi, pemerintah, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Elfianah juga mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar tidak menunggu terlalu lama untuk mulai bekerja. Setiap pejabat diminta mampu melihat persoalan di lapangan, hadir di tengah masyarakat, mencari solusi, dan memastikan program pemerintah memberikan manfaat.

"Jangan menunggu persoalan datang baru bergerak. Jadilah pejabat yang mampu melihat persoalan, hadir di tengah masyarakat, mencari solusi, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elfianah menekankan tidak boleh ada praktik jual beli jabatan maupun transaksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji.

"Saya tegaskan kembali, tidak ada jual beli jabatan dan tidak ada transaksi jabatan. Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," tegasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah tidak membutuhkan imbalan dari para pejabat yang dilantik. Menurutnya, hal yang diharapkan adalah kinerja, dedikasi, loyalitas, inovasi, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Elfianah juga meminta jajaran birokrasi membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Ia menekankan agar agenda pemerintahan tidak berhenti pada rapat maupun laporan administratif, tetapi harus menghasilkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Jangan hanya sibuk dengan rapat, tetapi pastikan ada hasil. Jangan hanya membuat laporan, tetapi pastikan program benar-benar berjalan. Jangan hanya bekerja ketika diawasi, tetapi bekerjalah karena memang itu adalah tanggung jawab," katanya.

Menurut Elfianah, masyarakat membutuhkan pelayanan pemerintahan yang cepat, jelas, ramah, dan memberikan kepastian. Karena itu, pola kerja yang lambat dan pelayanan yang berbelit-belit harus ditinggalkan.

Ia juga meminta seluruh pejabat memperkuat koordinasi dengan pimpinan, sesama perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Kita harus memahami bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mesuji bukan keberhasilan satu orang atau satu perangkat daerah saja. Keberhasilan adalah keberhasilan kita bersama," ujarnya.

Khusus kepada Radiansyah, yang menerima amanah sebagai Plt. Camat Simpang Pematang, Elfianah meminta agar segera melakukan koordinasi dengan jajaran kecamatan, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar Radiansyah tidak hanya menjalankan tugas dari balik meja, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mengetahui persoalan masyarakat.

"Jangan hanya menjadi camat di kantor. Jadilah camat yang hadir di tengah masyarakat. Dengarkan aspirasi masyarakat, lihat langsung persoalan di lapangan, dan koordinasikan penyelesaiannya dengan perangkat daerah terkait," tegas Elfianah.

Elfianah meminta pergantian pimpinan di Kecamatan Simpang Pematang tidak mengganggu pelayanan pemerintahan. Sebagai salah satu ujung tombak pemerintah daerah, kecamatan diminta tetap memberikan pelayanan yang tertib, cepat, dan responsif.

"Kepada Bapak Radiansyah, saya memiliki harapan segera melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik pemerintah daerah, menjaga integritas, serta membangun suasana kerja yang solid di lingkungan kecamatan," katanya.

Di akhir sambutannya, Elfianah kembali mengingatkan 26 pejabat yang dilantik bahwa pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal untuk membuktikan kemampuan dalam menjalankan amanah.

"Mari kita tinggalkan pola kerja yang lambat, pelayanan yang berbelit-belit, serta kebiasaan menunda pekerjaan. Kita bangun pemerintahan yang disiplin, profesional, responsif, transparan, dan benar-benar hadir untuk masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari