BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Lampung Barat hingga Agustus 2026 baru mencapai Rp687,68 juta atau 13,14 persen dari total target sebesar Rp5,23 miliar. Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar bagi pemerintah daerah untuk mengejar penerimaan PBB hingga memenuhi target yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran 2026.
Kepala Bapeda Lampung Barat, Daman Nasir menuturkan, berdasarkan data target dan realisasi PBB kecamatan se-Kabupaten Lampung Barat bulan Agustus, total target PBB yang ditetapkan mencapai Rp5.232.465.559. Dari target tersebut, realisasi kumulatif sampai bulan Agustus tercatat Rp687.689.015 atau 13,14 persen, sehingga masih tersisa target sebesar Rp4.569.167.759.
Jika dilihat dari capaian masing-masing kecamatan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. beragam wilayah sudah mampu membukukan realisasi di atas 10 persen, sementara beberapa kecamatan lainnya masih mencatat capaian di bawah satu persen. Kondisi tersebut membuat capaian keseluruhan PBB Lampung Barat masih berada pada angka 13,14 persen.
Kecamatan Kebun Tebu menjadi wilayah dengan persentase realisasi tertinggi di antara kecamatan se-Lampung Barat. Dari target PBB sebesar Rp287.356.062, realisasi yang telah dicapai mencapai Rp188.160.798 atau 65,48 persen. Dengan capaian tersebut, sisa target PBB di Kecamatan Kebun Tebu tercatat Rp99.195.264.
Capaian Kebun Tebu tersebut cukup jauh dibandingkan beragam kecamatan lainnya. Realisasi yang mencapai lebih dari separuh target membuat wilayah ini menjadi salah satu penyumbang capaian PBB terbesar secara persentase hingga Agustus 2026.
Di posisi berikutnya terdapat Kecamatan Sumber Jaya dengan realisasi Rp77.425.516 atau 20,27 persen dari target Rp381.900.627. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sisa target sebesar Rp304.475.111 yang harus dikejar hingga akhir tahun anggaran.
"Kemudian Kecamatan Pagar Dewa juga mencatat capaian yang relatif tinggi, yakni Rp80.474.793 atau 14,99 persen dari target Rp536.820.975. Setelah realisasi tersebut, sisa target PBB di wilayah itu masih mencapai Rp456.346.182," sambungnya, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, Kecamatan Batu Brak mencatat realisasi Rp35.937.978 atau 14,45 persen dari target Rp248.778.467. Angka tersebut menyisakan target sebesar Rp212.840.489. Capaian Batu Brak berada sedikit di bawah Pagar Dewa, tetapi masih termasuk wilayah dengan persentase realisasi di atas 10 persen.
Kecamatan Lumbok Seminung mencatat realisasi Rp17.017.048 atau 10,42 persen dari target Rp163.271.633. Dari jumlah tersebut, Rp6.778.439 tercatat sebagai realisasi bulan sebelumnya dan Rp10.238.609 merupakan realisasi pada bulan berjalan, sehingga total realisasi sampai Agustus mencapai Rp17.017.048.
Untuk Kecamatan Balik Bukit yang memiliki target cukup besar, yakni Rp705.208.458, realisasi hingga Agustus tercatat Rp30.954.864 atau 4,39 persen. Dari total tersebut, realisasi bulan sebelumnya mencapai Rp30.892.199 dan tambahan pada bulan berjalan sebesar Rp62.665. Masih terdapat sisa target Rp674.253.594.
Kecamatan Belalau mencatat realisasi Rp12.765.336 atau 7,25 persen dari target Rp176.138.058. Sementara Batu Ketulis mencapai Rp22.992.803 atau 7,66 persen dari target Rp300.182.033. Adapun Air Hitam membukukan realisasi Rp11.352.680 atau 5,17 persen dari target Rp219.749.336.
Di sisi lain, beberapa kecamatan masih mencatat realisasi yang sangat rendah. Way Tenong, misalnya, baru mencapai Rp4.864.328 atau 1,10 persen dari target Rp442.235.518. Kecamatan Sekincau bahkan baru merealisasikan Rp2.422.334 atau 0,70 persen dari target Rp346.308.617.
Kondisi serupa terjadi di Sukau yang baru mencatat realisasi Rp867.123 atau 0,29 persen dari target Rp297.762.036. Bandar Negeri Suoh baru mencapai Rp1.222.317 atau 0,52 persen dari target Rp236.767.406, sedangkan Gedung Surian mencatat realisasi Rp405.148 atau 0,14 persen dari target Rp291.314.008.
Kecamatan Suoh menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dari sisi percepatan realisasi. Dari target PBB sebesar Rp181.381.912, pada data Agustus belum tercatat adanya realisasi sehingga seluruh target tersebut masih menjadi sisa penerimaan.
Selain penerimaan dari kecamatan, data tersebut juga mencantumkan beragam wajib pajak atau objek PBB lainnya. Di antaranya PLTA dengan target Rp71.399.640 yang tercatat telah lunas pada 26 Mei, Lampung Hydroenergy sebesar Rp16.855.347 yang juga telah direalisasikan, serta PT Solusi Tunas Pratama dengan target Rp24.391.215 yang tercatat lunas pada 27 Juli 2026.
Dengan sisa target yang mencapai Rp4,569 miliar, percepatan penerimaan PBB menjadi penting bagi Bapenda Lampung Barat pada sisa tahun anggaran 2026. Terlebih, capaian antarwilayah masih menunjukkan kesenjangan yang lebar, mulai dari Kebun Tebu yang sudah 65,48 persen hingga Suoh yang belum mencatat realisasi dalam laporan Agustus.
“Target tahun ini tetap menjadi acuan kami. Karena itu, kami akan terus mendorong peningkatan realisasi sampai akhir tahun, termasuk melakukan evaluasi terhadap kecamatan yang capaiannya masih rendah,” pungkasnya. (*)