Monday, 21 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Progres Perbaikan Jalan Provinsi Lampung Capai 53 Persen, Sejumlah Paket Sudah PHO

21 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Progres Perbaikan Jalan Provinsi Lampung Capai 53 Persen, Sejumlah Paket Sudah PHO
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Lampung terus mempercepat pengerjaan perbaikan dan infrastruktur dan pengembangan jalan serta jembatan tahun 2026. Hingga saat ini progres perbaikan telah mencapai 53 persen.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan capaian progres tersebut merupakan rata-rata dari seluruh paket pekerjaan yang pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan.

Menurut Taufiqullah, terdapat paket pekerjaan yang sudah selesai 100 persen dan telah memasuki tahap PHO (Provisional Hand Over atau Serah Terima Sementara). Namun, ada pula pekerjaan yang baru dimulai sehingga progres fisiknya masih rendah.

"Sudah ada yang PHO. Rata-rata paket perbaikan jalan ini tidak begitu panjang. Sebagian juga karena lelangnya dibagi tiga, ada tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga," kata Taufiqullah saat dimintai keterangan, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, paket pada tahap ketiga relatif masih baru dikerjakan sehingga progresnya belum setinggi pekerjaan yang lebih dahulu masuk kontrak. Meski demikian, BMBK memastikan pelaksanaan pekerjaan secara umum masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Kalau yang kita lihat memang on the track semua, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan," ujarnya.

Taufiqullah menyebut jika seluruh paket pekerjaan dihitung secara keseluruhan, progres rata-ratanya kini berada di angka sekitar 53 persen. Capaian tersebut mencakup pekerjaan yang sudah selesai, pekerjaan yang tengah memasuki tahap akhir, hingga paket yang baru mulai dikerjakan.

"Total paket kalau kita lihat dari aplikasi kita itu sudah 53 persen. Semuanya, seluruhnya total. Jadi ada yang memang sudah PHO 100 persen, ada yang memang masih baru mulai. Rata-ratanya 53 persen," jelasnya.

Sebelumnya, pelaksanaan infrastruktur dan pengembangan jalan provinsi memang dibagi ke dalam beberapa tahap pengadaan. Pada tahap pertama, Pemprov Lampung menyiapkan 29 paket pekerjaan jalan yang tersebar di 11 kabupaten dan satu kota.

Selanjutnya, sekitar 25 paket disiapkan untuk tahap berikutnya, sedangkan paket lainnya masuk tahapan selanjutnya. 

Pembagian tahapan tersebut membuat umur pekerjaan setiap paket tidak sama. Kondisi itu pula yang menyebabkan terdapat perbedaan cukup besar antara progres satu paket dengan paket lainnya.

Untuk wilayah Tanggamus, Taufiqullah mengungkapkan sudah terdapat beberapa ruas yang pekerjaannya berjalan dan sebagian telah menunjukkan perkembangan.

Ia juga menyinggung salah satu ruas yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat melalui media sosial karena berada di kawasan dengan pemandangan laut.

"Di Tanggamus kemarin juga yang kalau melihat kemarin ada di TikTok sempat viral menuju ke Gigi Hiu itu sudah selesai. BMBK memastikan penanganan jalan tidak hanya difokuskan pada satu wilayah, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai paket pekerjaan dan jadwal kontra," katanya.

Taufiqullah mengakui terdapat beragam tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada ruas dengan tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi.

Di Lampung Tengah, misalnya, pekerjaan berjalan dengan progres yang cukup baik, tetapi pelaksanaan di lapangan menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pringsewu.

"Kalau rata-rata ruas pinjaman di atas 50 persen. Kemarin kita melihat yang di Lampung Tengah alhamdulillah, cuma masalahnya macet karena memang traffic-nya tinggi. Kalau di Pringsewu, kendalanya teman-teman pelaksana karena traffic-nya tinggi, banyak antrean-antrean, dan itu perlu treatment khusus pelaksanaannya," jelas Taufiqullah.

Selain jalan, Pemprov Lampung juga memasukkan penanganan jembatan sebagai bagian dari program infrastruktur 2026.

Sebanyak 24 jembatan ditangani, terdiri atas tujuh jembatan yang dibangun atau diganti baru dan 17 jembatan yang direhabilitasi.

"Untuk jembatan yang diperbaiki tahun ini ada 24. Penggantian tujuh, ada yang rehab 17, jadi 24 totalnya," ujar Taufiqullah.

Tujuh jembatan yang masuk infrastruktur dan pengembangan baru antara lain Jembatan Way Pegelungan di Tanggamus sepanjang 26 meter, Way Tawon di Way Kanan 11 meter, Way Merawan di Tulangbawang Barat 15 meter, Way Splot 1 di Lampung Utara 6 meter, Way Sawah di Way Kanan 7 meter, Way Tulung Balak di Tulangbawang Barat 17 meter, serta Way Baru di Pesawaran 11 meter.

Sementara itu, 17 jembatan lainnya masuk program rehabilitasi atau perbaikan.

"Kalau seperti ini sudah penggantian. Kalau tadi ada penggantian-penggantian yang kita lihat ada railing-nya rusak dan segala macam, itu perbaikan-perbaikan. Itu ada 17 jembatan," jelasnya.

Pembagian pekerjaan ke dalam beberapa tahap pengadaan menjadi salah satu faktor yang membuat progres fisik antarproyek tidak seragam.

Paket yang lebih dahulu dikontrak dan mulai dikerjakan kini telah mencapai progres tinggi, bahkan sebagian sudah selesai dan masuk PHO. Sebaliknya, paket yang baru memasuki tahap ketiga masih berada pada fase awal pelaksanaan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari