Thursday, 05 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gerak Cepat, DLH Bandar Lampung Turun Atasi Sampah di Kemiling Permai

05 November 2026 20:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Gerak Cepat, DLH Bandar Lampung Turun Atasi Sampah di Kemiling Permai
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, kembali menuai perhatian khusus.

Tumpukan sampah di Kemiling Permai tersebut kian menggunung dan memicu keluhan warga sekitar akibat aroma menyengat serta lambatnya pengangkutan dari instansi terkait.

Ketua RT 016 Kelurahan Kemiling Permai, Nopriadi, mengungkapkan bahwa penumpukan sampah di lokasi ini merupakan masalah berulang. 

Bahkan, kawasan tersebut sudah empat kali dikeruk menggunakan alat berat ekskavator dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

"Sudah empat kali di sini dikeruk sama ekskavator. Artinya kan memang sudah sering terjadi penumpukan sampah," ujar Nopriadi saat dikonfirmasi di lokasi TPS, Kamis pagi, 5 November 2026.

Menurut Nopriadi, idealnya armada pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiagakan empat trip operasional dalam sehari, yakni dua kali pada pagi hari dan dua kali pada siang hari.

Namun pada praktiknya, armada yang tiba di lokasi kerap tidak sesuai target operasional.

"Harusnya standby dua armada di situ, pagi dan sore. Tapi kenyataannya cuma dua, bahkan kadang cuma satu. Jadi tidak terangkut keseluruhannya, lama-kelamaan menumpuk," tegasnya.

Ia menjelaskan, warga menghimbau agar kondisi zero sampah di area TPS mengingat fungsinya sebatas titik penampungan sementara. Keterlambatan armada pengangkut membuat volume sampah meluber hingga melampaui kapasitas.

Nopriadi mengaku pihak kelurahan maupun pengurus RT telah menyampaikan laporan resmi kepada Kepala UPT terkait. Kendati demikian, warga masih menantikan langkah konkrit dan tindakan tegas dari instansi berwenang.

"Harapannya pihak DLH peka dengan kondisi TPS Kemiling Permai ini. Warga sudah sangat terganggu bau menyengat, kami menginginkan ke depan benar-benar bersih dari penumpukan," kata Nopriadi.

Kendala Solar dan Antrean SPBU Diduga Jadi Pemicu

Di sisi lain, Koordinator Pengelolaan Sampah Kemiling Permai, Imron Alfian, membeberkan bahwa operasional pengangkutan sampah yang diproyeksikan bebas penumpukan sering kali terkendala masalah teknis armada di lapangan.

Imron menyebutkan, sesuai ketentuan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, pengangkutan sampah di lokasi tersebut idealnya dilakukan tiga kali dalam sehari.

"Sebenarnya dari Pemda itu tiga kali pengangkutan, dua kali pagi dan satu kali siang. Tapi pelaksanaannya cuma dua kali, kadang-kadang malah cuma satu kali sehari," jelas Imron.

Penyebab utama tersendatnya armada pengangkut sampah, kata Imron, dipicu kendala ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar serta panjangnya antrean truk di SPBU.

"Alasan mereka itu minyak dan antrean solar. Pengangkutan pagi jam 06.30 WIB pasti pakai truk. Tapi kalau yang siang, setelah ambil sampah jam 10.00 WIB, mereka harus antre solar dulu. Nunggu kalau dapat solar baru jalan ambil lagi, kalau tidak dapat ya bagaimana," terangnya.

Akibat keterbatasan tersebut, volume sampah warga terus bertambah hingga membentuk tumpukan besar.

Untuk menangani kondisi ini, pihaknya berkoordinasi dengan DLH Kota Bandar Lampung guna menyewa alat berat dan menambah unit bantuan armada pengangkut.

Rencana bulan ini kita panggil ekskavator untuk membongkartumpukan. Kami sedang koordinasi dengan DLH untuk bantuan penyediaan lima armada truk, supaya begitu dikeruk ekskavator bisa langsung diangkut dan TPS kembali bersih," tambah Imron.

DLH Langsung Turunkan Armada ke Lokasi

Merespons keluhan warga Kemiling Permai, DLH Bandar Lampung bertindak cepat dengan mengerahkan tim operasional dan armada ke lokasi penumpukan sampah pada hari yang sama.

Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, memastikan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan penanganan darurat begitu menerima laporan dari masyarakat.

"Saya tindak lanjuti segera hari ini, langsung turun ke lokasi di Kemiling Permai," singkat Budi Ardianto saat dikonfirmasi via WhatsApp Kamis, 5 November 2026. (*)

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari