Wednesday, 26 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Prabowo Beri Perhatian Khusus Karhutla di TNWK, Luas Lahan Terbakar 673,4 Hektare

26 August 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Prabowo Beri Perhatian Khusus Karhutla di TNWK, Luas Lahan Terbakar 673,4 Hektare
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Dalam rapat penanganan karhutla di Pos Aju, Riau, Senin (24/8/2026), Prabowo meminta kondisi Way Kambas menjadi salah satu fokus penanganan pemerintah.

Prabowo menilai, kawasan TNWK memiliki arti penting karena menjadi salah satu habitat alami gajah Sumatera.

Presiden meminta penanganan kebakaran dilakukan secara serius untuk memastikan kawasan konservasi tersebut tetap terlindungi, termasuk keberadaan populasi gajah yang masih bertahan di Sumatera.

“Lampung ada Way Kambas, taman nasional itu fokus kita juga. Saya dapat laporan ada hotspot di situ dan sudah ada kebakaran,” kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla, Senin (24/9/2026).

Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet, TNWK, Kabupaten Lampung Timur, telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan dalam proses pemadaman, yang melibatkan petugas taman nasional, kepolisian, TNI, pemerintah daerah, mitra taman nasional hingga masyarakat.

Kemenhut juga memastikan gajah Sumatera di habitat alami maupun yang berada di Pusat Konservasi Gajah tidak terdampak langsung kebakaran.

Sementara itu, Polda Lampung menyebut karhutla yang melanda kawasan TNWK di Kabupaten Lampung Timur diperkirakan mencapai 673,4 hektare.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, angka tersebut masih merupakan data sementara berdasarkan pemantauan petugas di lapangan.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas, vegetasi kering dan hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyulitkan proses pengendalian api.

"Ini data pemantauan sementara. Angin kencang dan kondisi vegetasi kering menjadi tantangan dalam penanganan," kata Yuni, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kebakaran terjadi di kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, tepatnya di sekitar perbatasan Desa Braja Harjosari dan Braja Yekti. Api juga dilaporkan merembet dari titik awal di Jati 3 Resort Kuala Penet menuju kawasan rawa Mbah Sapon.

Petugas gabungan harus menghadapi medan yang sulit dijangkau karena beberapa lokasi hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.

"Personel masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan monitoring terhadap perkembangan api. Kondisi medan menjadi salah satu kendala, karena titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki," ujarnya.

Yuni menuturkan lebih lanjut, kondisi vegetasi berupa semak dan ilalang yang mengering membuat api lebih cepat merambat, terlebih ketika diterpa angin kencang.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memantau titik-titik yang berpotensi kembali membesar.

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Rabu 26 Agustus 2026 dengan judul "Prabowo Beri Perhatian Khusus Karhutla di TNWK”

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari