Tuesday, 25 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Baku Tembak di Lampung Utara, DPO Narkoba Tewas dan 3 Polisi Terluka

25 August 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
‎Baku Tembak di Lampung Utara, DPO Narkoba Tewas dan 3 Polisi Terluka
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Upaya penangkapan seorang buronan kasus narkoba di Kabupaten Lampung Utara berujung baku tembak. Dalam kejadian tersebut, tiga anggota polisi terluka, sementara pelaku tewas ditembak di lokasi.

‎Peristiwa itu terjadi di wilayah Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8/2026) dini hari.

‎Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan adanya insiden tersebut.

‎Kombes Yuni mengungkapkan, polisi awalnya mendapat informasi mengenai keberadaan seorang pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berinisial PHP. Petugas kemudian bergerak untuk melakukan penangkapan.

‎Namun, saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas.

‎"Benar, terjadi saat personel melakukan tindakan setelah menerima informasi keberadaan DPO inisial PHP. Dalam proses pengamanan, pelaku melakukan perlawanan dan menembakkan senjata api ke arah petugas," kata Kombes Yuni, saat dikonfirmasi.

‎Akibat aksi tersebut, tiga anggota polisi mengalami luka. Aipda Adizar mengalami luka tembak pada kaki kanan. Kemudian Brigpol Ariyadi terkena tembakan di bagian perut.

‎Sementara Aipda Adi Agus Candra mengalami luka gores pada bagian pelipis.

‎Ketiga personel langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RS Handayani. Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, Brigpol Ariyadi kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo.

Sementara itu, pria yang menjadi target penangkapan berinisial PH itu tewas di lokasi kejadian. Jenazah nya kemudian dibawa ke RS Maria Regina Kotabumi.

Selain mengamankan lokasi, polisi juga menemukan sebagian barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

‎Satu pucuk senjata api jenis revolver rakitan berwarna chrome dengan gagang cokelat diamankan petugas. Polisi juga menyita dua butir amunisi 9 milimeter dan tiga selongsong amunisi.

‎Kombes Yuni menyebut PHP merupakan DPO kasus narkoba yang juga diduga berkaitan dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di Lampung Utara.

Saat ini, polisi masih mendalami asal-usul senjata api tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

‎"Kasus ini masih dalam proses pendalaman, termasuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain berkaitan dengan kepemilikan dan peredaran senjata api ilegal," jelasnya.

Kombes Yuni menyebutkan, keluarga PHP telah mengemukakan penolakan terhadap proses autopsi jenazah.

‎Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk asal senjata api yang digunakan pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pasca baku tembak tersebut, aparat juga meningkatkan kewaspadaan serta melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan.

"Petugas terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan setelah kejadian," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari