BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Timur mulai beralih membudidayakan tanaman tembakau sebagai alternatif untuk meningkatkan pendapatan.
Saat ini, sedikitnya 17 hektare lahan telah ditanami tembakau jenis Serumpung melalui pola kemitraan dengan perusahaan rokok.
Ketua Kelompok Petani Tembakau, Sugiono mengungkapkan, penanaman tersebut merupakan tahap perdana yang dilakukan petani di Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono.
Tembakau jenis Serumpung dipilih karena sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang menjadi mitra pembelian hasil panen.
"Saat ini petani binaan kami sudah menanam tembakau di lahan seluas 17 hektare. Jenis yang kami tanam adalah tembakau Serumpung karena memang sesuai dengan permintaan perusahaan rokok yang bermitra dengan kami," kata Sugiono, saat ditemui di lokasi tanaman tembakau, Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Senin (13/7/2026).
Sugiono menjelaskan, seluruh bibit tembakau disuplai secara gratis oleh perusahaan mitra. Sebagai gantinya, hasil panen daun tembakau nantinya akan dibeli oleh perusahaan dengan harga yang telah disepakati sebesar Rp3.000 per kilogram.
"Bibit diberikan secara gratis oleh perusahaan. Nanti saat panen, seluruh daun tembakau akan dibeli oleh perusahaan mitra dengan harga Rp3.000 per kilogram sesuai kesepakatan," ujarnya.
Menurutnya, produktivitas tanaman tembakau cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan, hasil panen diperkirakan dapat mencapai sekitar 10 ton. Sementara masa tanam hingga panen relatif singkat, yakni sekitar 45 hari.
Meski demikian, Sugiono mengungkapkan petani masih akan mengevaluasi hasil panen perdana sebelum memutuskan memperluas areal tanam pada musim berikutnya.
"Ini baru penanaman perdana. Kalau hasilnya sesuai harapan dan memberikan keuntungan bagi petani, kami berencana memperluas luas tanam pada tahun depan," pungkasnya.