BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
mendorong percepatan transformasi pasar rakyat agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin mengarah ke digital.
Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto saat membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 di Gedung UMKM Tanggamus, Rabu (5/8/2026).
aktivitas tersebut dihadiri Ketua APPSI Provinsi Lampung, Zulkarnain, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega, jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) UKM, serta para pedagang yang tergabung dalam APPSI Kabupaten Tanggamus.
saat memberikan arahan Agus Suranto menyebut MUSDA bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi pedagang pasar sekaligus merumuskan program kerja yang adaptif terhadap dinamika perdagangan saat ini.
Menurut Agus, pasar tradisional masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Selain berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang menghidupi ribuan keluarga dan pelaku usaha mikro.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pedagang pasar tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional dalam berjualan.
"Pasarnya boleh tradisional, tetapi cara berdagang harus semakin modern mengikuti perkembangan zaman," kata Agus.
Ia menilai tantangan yang dihadapi pedagang saat ini semakin kompleks. Selain persoalan keterbatasan modal dan melemahnya daya beli masyarakat, pedagang juga harus bersaing dengan pasar modern serta maraknya transaksi melalui platform digital yang mengubah perilaku konsumen.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong para pedagang mulai memanfaatkan berbagai teknologi pendukung usaha, seperti sistem pembayaran non-tunai (QRIS), media sosial sebagai sarana promosi, pemasaran melalui platform daring, penyusunan katalog produk, hingga pencatatan keuangan yang lebih tertib dan profesional.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha di pasar rakyat tidak tertinggal dalam persaingan sekaligus mampu memperluas jangkauan pemasaran tanpa meninggalkan karakter khas pasar tradisional.
Agus menekankan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan terus memperkuat pasar rakyat melalui berbagai program pemberdayaan serta menjalin sinergi dengan APPSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi pedagang.
Menurutnya, keberadaan organisasi pedagang memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dapat ditangani secara lebih efektif.
Ia memiliki harapan kepengurusan APPSI Kabupaten Tanggamus yang terbentuk melalui MUSDA mampu menghadirkan organisasi yang solid, profesional, dan benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh pedagang pasar.
"Marilah kita jadikan pasar sebagai wajah ekonomi rakyat yang maju, bersih, tertib, modern, dan berdaya saing. Pasar kuat, pedagang sejahtera, ekonomi rakyat tumbuh, Tanggamus semakin maju," ujar Agus.
Transformasi pasar rakyat menjadi salah satu agenda nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus mendorong digitalisasi pasar tradisional, termasuk penerapan sistem pembayaran digital, peningkatan kualitas tata kelola pasar, serta penguatan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Di Kabupaten Tanggamus, keberadaan APPSI diharapkan menjadi motor penggerak perubahan tersebut. Melalui organisasi yang kuat, para pedagang tidak hanya memperjuangkan kepentingan ekonomi anggotanya, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan pasar yang bersih, tertib, nyaman, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.