Monday, 15 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Inovasi 'Si KULPIS', Kerupuk Kulit Pisang yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan

15 June 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Mahasiswa Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Inovasi 'Si KULPIS', Kerupuk Kulit Pisang yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kreativitas mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan hasil yang membanggakan melalui ajang Innovation Expo 2026. Salah satu karya inovatif yang menarik perhatian pengunjung adalah Si KULPIS (Kerupuk Kulit Pisang), produk olahan pangan yang memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi camilan renyah, lezat, dan bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi tersebut merupakan hasil karya mahasiswa dalam mata kuliah Pengantar Bisnis yang diampu oleh dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Tri Darma Rosmala Sari, S.E., M.S.Ak. acara ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk kreatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam presentasinya pada Innovation Expo 2026, tim mahasiswa menjelaskan bahwa Si KULPIS lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kulit pisang merupakan bahan yang mudah ditemukan dan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan bernilai jual.

"Keunggulan Si KULPIS adalah bahan bakunya berasal dari kulit pisang yang banyak dijumpai di Bandar Lampung. Biasanya kulit pisang hanya dibuang dan menjadi limbah, tetapi kami mengolahnya menjadi kerupuk yang renyah dan lezat. Selain unik karena belum banyak produk serupa di pasaran, Si KULPIS juga memiliki nilai tambah karena membantu mengurangi limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Jadi, produk kami bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bentuk inovasi dalam memanfaatkan bahan yang sering dianggap tidak bernilai," ujar tim mahasiswa saat sesi presentasi.

Produk Si KULPIS mendapat apresiasi dari pengunjung karena menggabungkan unsur kreativitas, keberlanjutan lingkungan, dan peluang bisnis dalam satu produk. Selain menghadirkan alternatif camilan yang unik, inovasi ini juga menunjukkan bagaimana limbah organik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.

Dosen pengampu mata kuliah Pengantar Bisnis, Dr. Tri Darma Rosmala Sari, S.E., M.S.Ak., menjelaskan bahwa Innovation Expo menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori bisnis yang dipelajari di kelas ke dalam bentuk produk nyata.

“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep bisnis secara teoritis, tetapi juga ditantang untuk menciptakan solusi inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Melalui acara ini, mereka belajar berpikir kreatif, mengidentifikasi peluang usaha, serta memahami proses pengembangan produk hingga strategi pemasarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas semangat inovasi yang ditunjukkan mahasiswa melalui berbagai karya yang dipamerkan pada Innovation Expo 2026.

“Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan solusi bagi berbagai permasalahan di masyarakat. Inovasi seperti Si KULPIS menunjukkan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Mahathir, acara Innovation Expo juga menjadi bagian dari implementasi program Kampus Berdampak, di mana mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Inovasi Si KULPIS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan peluang usaha kreatif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Keberhasilan mahasiswa dalam menciptakan Si KULPIS menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui dukungan dosen terbaik dan lingkungan belajar yang kondusif, Universitas Teknokrat Indonesia terus mencetak mahasiswa terbaik yang siap menjadi inovator, wirausahawan muda, dan agen perubahan bagi bangsa.

Bagi lulusan SMA/SMK yang ingin bergabung dan mengembangkan kreativitas serta inovasi di kampus Sang Juara, informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dapat diakses melalui spmb.teknokrat.ac.id.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari