BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Ditengah tingginya kebutuhan garam nasional, Kabupaten Tanggamus mulai menyiapkan lumbung garam baru di pesisir Kecamatan Limau.
Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yang akan dikembangkan di Pekon Tanjung Jaya itu mendapat dukungan bantuan dari Pemerintah Turki.
Program tersebut diharapkan melahirkan sentra produksi garam sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Untuk memastikan kesiapan lokasi, Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi turun langsung meninjau kawasan yang direncanakan menjadi sentra garam rakyat tersebut.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum program direalisasikan.
Pemerintah daerah ingin memastikan kawasan yang dipilih memiliki potensi optimal untuk dikembangkan menjadi pusat produksi garam yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Menurut Saleh Asnawi, keberadaan sentra garam rakyat bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi komoditas garam, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.
"Potensi pesisir yang kita miliki harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung kebutuhan garam bagi sektor perikanan di Tanggamus," kata Saleh Asnawi.
Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan garam, terutama untuk mendukung aktivitas perikanan dan pengolahan hasil laut, masih banyak dipenuhi dari luar daerah.
Karena itu, pengembangan sentra garam rakyat di Limau diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Selain membuka peluang usaha baru, program tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan, mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pemasaran hasil produksi garam.
Saleh Asnawi menuturkan lebih lanjut, pengembangan PUGAR sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat kemandirian produksi garam nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
"Kami mengharapkan program ini dapat berjalan optimal sehingga Tanggamus bisa berkontribusi dalam mendukung target swasembada garam nasional," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus memandang wilayah pesisir Limau memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kawasan produksi garam rakyat di Provinsi Lampung.
Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan kolaborasi bersama Pemerintah Turki, kawasan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi sentra ekonomi baru yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat sendiri merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Melalui program itu, pemerintah tidak hanya menargetkan peningkatan produksi garam, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung tercapainya swasembada garam nasional. (*)