Monday, 01 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lulusan SMK Kini Jadi Incaran Negara Maju, Kemendikdasmen Siapkan Program Khusus

01 June 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Lulusan SMK Kini Jadi Incaran Negara Maju, Kemendikdasmen Siapkan Program Khusus
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

JAKARTA- Dunia kerja global yang semakin dinamis kini membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja asal Indonesia.

Negara-negara maju seperti Jepang, Korea, Jerman, hingga kawasan Timur Tengah saat ini tengah berburu tenaga kerja berkompeten untuk mengisi kekosongan sektor industri mereka.

Fenomena ini menjadi peluang emas bagi Indonesia yang sedang menikmati puncak bonus demografi. 

Menangkap peluang tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggarisbawahi bahwa peta jalan karier lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini tidak lagi sebatas kawasan industri lokal, melainkan sudah merambah pasar global.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa saat ini banyak negara maju mengalami krisis tenaga kerja akibat menyusutnya usia produktif. Sebaliknya, Indonesia justru memiliki limpahan usia produktif yang luar biasa.

"Pertanyaannya, apakah kompetensinya siap mendunia? Di sinilah pendidikan vokasi memegang peran penting. Jangan minder jadi anak SMK. Dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang terampil, disiplin, dan mau belajar," ujar Tatang dalam webinar bertajuk “SMK Berani Mendunia Sekolah di Indonesia Berkarier di Dunia” yang digelar baru-baru ini.

Tatang menggarisbawahi, visi "SMK Mendunia" bukanlah sekadar slogan di atas kertas. Tepat pada momentum Hari Kebangkitan Nasional lalu, Kemendikdasmen telah resmi melepas lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di berbagai negara tujuan.

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas dan sertifikasi pendidikan vokasi tanah air mulai diakui dan dipercaya oleh industri internasional.

"Kuasai teknologi, kuasai bahasa asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu. Walaupun kalian belajar di Indonesia, di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian," pesannya menyemangati para siswa SMK.

Untuk memperkuat kesiapan mental dan kompetensi siswa, Kemendikdasmen telah meluncurkan program strategis bernama Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1.

Program ini diatur resmi dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa program ini menerapkan kurikulum yang sangat adaptif dan fleksibel sesuai kebutuhan negara penempatan.

Secara teknis, program SMK 3+1 ini dibagi menjadi dua tahapan besar:

Tahun 1–3, siswa fokus pada penguasaan kompetensi inti kejuruan di sekolah.

Tambahan 1 Tahun, Siswa diberikan pembekalan khusus yang meliputi penguasaan bahasa asing, penyelarasan kompetensi standar negara tujuan, pembinaan fisik dan mental, hingga literasi hukum dan keuangan agar mereka tidak buta arah saat bekerja di luar negeri.

"Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan," kata Arie.

Transformasi SMK Mendunia ini dibangun di atas empat pilar utama yang saling terhubung: tata kelola SMK, kurikulum yang adaptif, kemitraan industri, dan layanan kesiswaan.

Mengingat ini adalah program berskala besar, Kemendikdasmen tidak bergerak sendiri. Arie menekankan pentingnya sinergi antarlembaga demi menjamin keamanan dan legalitas para lulusan selama berkarier di luar negeri.

"Pekerjaan ini adalah hal besar, tidak bisa dikerjakan sendiri. Kemendikdasmen fokus pada penyiapan (SDM), sementara BP2MI dan Kemenaker akan fokus pada aspek penempatan dan perlindungan resmi," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari