Thursday, 23 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Barat Wakili Lampung di Sumatera Investment Day 2026, Tawarkan Proyek Hilirisasi Kopi Rp215 Miliar

23 July 2026 18:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Lampung Barat Wakili Lampung di Sumatera Investment Day 2026, Tawarkan Proyek Hilirisasi Kopi Rp215 Miliar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kabupaten Lampung Barat menjadi satu-satunya daerah dari Provinsi Lampung yang mempresentasikan proyek investasi dalam ajang Sumatera Investment Day (SID) 2026 yang digagas Bank Indonesia. Pada forum investasi bergengsi tersebut, Lampung Barat menawarkan proyek strategis infrastruktur dan pengembangan industri pengolahan kopi robusta atau hilirisasi kopi dengan nilai investasi mencapai Rp215,05 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Barat, Robert Putra menyebutkan proyek tersebut dipilih sebagai salah satu dari sekitar sepuluh proyek investasi unggulan dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera yang dipresentasikan di hadapan calon investor.

"Alhamdulillah, dari Provinsi Lampung hanya Kabupaten Lampung Barat yang mendapat kesempatan memaparkan proyek investasi. Kami membawa proyek industri pengolahan kopi robusta sebagai upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah," kata Robert.

Ia menjelaskan, proyek tersebut menawarkan infrastruktur dan pengembangan pabrik pengolahan kopi berkapasitas 6.000 ton per tahun dengan total kebutuhan investasi sebesar Rp215,05 miliar.

Menurut Robert, keberadaan industri tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah kopi robusta Lampung Barat yang selama ini masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan baku.

"Dengan hilirisasi, kopi tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ekonomi daerah," ujarnya.

Berdasarkan dokumen proyek investasi yang dipaparkan, Lampung Barat saat ini memiliki produksi kopi mencapai 63.375 ton per tahun atau sekitar 86 persen produksi kopi robusta Lampung, sehingga dinilai memiliki ketersediaan bahan baku yang sangat memadai bagi industri pengolahan.

Proyek tersebut diproyeksikan memberikan prospek investasi yang menjanjikan dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 16,4 persen, Net Present Value (NPV) Rp48,6 miliar, Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 1,29 kali, serta masa pengembalian investasi (payback period) sekitar 5,9 tahun.

Selain didukung produksi yang besar, Lampung Barat juga memiliki beragam keunggulan lain, di antaranya ribuan petani kopi bersertifikat, kopi robusta berstatus Indikasi Geografis (IG), iklim investasi yang kondusif, tenaga kerja yang melimpah, serta luas kebun kopi sekitar 54.086 hektare yang dikelola lebih dari 2.000 kelompok tani.

Dalam proposal investasi itu juga dijelaskan bahwa industri pengolahan nantinya akan mengubah alur bisnis kopi dari sekadar ekspor biji kopi mentah menjadi pengolahan lanjutan berupa green bean berkualitas, roasting, grinding, hingga pengemasan, sehingga nilai tambah produk dapat dinikmati di daerah asal.

Robert menuturkan lebih lanjut, peluang pasar produk kopi olahan juga terus meningkat, baik di dalam maupun luar negeri. Permintaan terhadap kopi organik dan kopi berkelanjutan semakin besar, sementara tren konsumsi kopi di Indonesia terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah kedai kopi modern.

Menurutnya, proyek tersebut juga telah memiliki dukungan kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah, mulai dari RPJMN, RPJMD Provinsi Lampung hingga RPJMD Kabupaten Lampung Barat yang sama-sama menempatkan hilirisasi sebagai salah satu strategi transformasi ekonomi.

Pada forum tersebut, Robert mempresentasikan langsung potensi investasi di hadapan investor dari berbagai daerah serta beragam perwakilan perusahaan nasional maupun internasional yang hadir dalam SID 2026.

Ia mengungkapkan, agenda itu juga dihadiri beragam pejabat pemerintah pusat, di antaranya Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Perindustrian, Wakil Menteri Investasi/BKPM, serta sekitar 12 Konsul Jenderal dari berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, Sri Lanka, Thailand, Jerman, dan negara lainnya.

Robert memiliki harapan keikutsertaan Lampung Barat dalam Sumatera Investment Day mampu membuka peluang masuknya investasi baru di sektor hilirisasi kopi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Lampung Barat sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Indonesia.

"Hasil dari pemaparan kepada para investor nanti akan kami laporkan secara khusus. Harapannya proyek ini mendapat respons positif sehingga dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Barat," pungkas Robert. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari