Tuesday, 23 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kemnaker Adakan Pelatihan Vokasi 270 Ribu Lulusan SMA/SMK dan Korban PHK

23 June 2026 20:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Kemnaker Adakan Pelatihan Vokasi 270 Ribu Lulusan SMA/SMK dan Korban PHK
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan vokasi nasional bagi 270 ribu orang yang menyasar lulusan SMA/SMK dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli merincikan pelatihan vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMA/SMK dan 50 ribu pekerja yang terkena PHK.
"Pelatihan vokasi nasional dengan target besar 220 ribu dengan target kita fokus itu adalah lulusan SMA (dan) SMK dan 50 ribu orang adalah untuk mereka yang terkena PHK," ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Selain pelatihan vokasi, Kemnaker juga akan melaksanakan kembali program magang nasional angkatan II pada Juli 2026 mendatang untuk 150 ribu peserta lulusan perguruan tinggi.

Dalam paparannya, Yassierli menyampaikan beberapa evaluasi sementara terkait magang nasional angkatan I yang telah rampung digelar pada Oktober 2025 hingga Juni 2026.
Program ini diikuti sekitar 102.600 ribu peserta di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah seluruh Indonesia.
Ia membeberkan sebanyak 30 persen peserta dilaporkan mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat magang.
Angka tersebut berdasarkan hasil survei peserta batch 1 dan 2 sebanyak 65.245 peserta magang dan 7.217 perusahaan penyelenggara magang.
"(Sebanyak) 33 persen menuturkan belum ditawari tapi ada indikasi dan 37,26 persen menuturkan tidak ditawari sampai pelaksanaan magang selesai terakhir," katanya.
Yassierli menuturkan mayoritas peserta magang sangat puas dengan program magang nasional. Secara rinci, sebanyak 52,13 persen peserta merasa sangat puas, 32,13 persen puas, 15,05 persen cukup puas, 0,29 persen tidak puas, serta 0,42 persen sangat tidak puas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan program dinilai tepat sasaran karena dapat membantu perekonomian keluarga. Sebanyak 36,52 persen peserta menyebut uang saku setara Upah Minimum (UMR) yang mereka terima sangat membantu perekonomian keluarga, 30,61 persen merasa membantu, 30,45 persen cukup membantu, 2,07 persen tidak membantu, dan 0,35 persen sangat tidak membantu.
Di sisi lain, dari sisi perusahaan penerima peserta magang, sebesar 34,92 persen perusahaan sangat puas dengan kontribusi peserta, 49,21 persen cukup puas, 15,42 persen tidak puas, dan 0,32 persen sangat tidak puas.
"Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan yang kedua," pungkas Yassierli.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari