BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus – Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanggamus mendorong Polres Tanggamus memperkuat upaya pencegahan dengan melibatkan langsung komunitas pengguna jalan. Melalui agenda Safety Riding dan Safety Driving, Jumat (7/8/2026), kepolisian mengajak pengemudi ambulans, ojek online, ojek pangkalan, komunitas Vespa, hingga Jasa Raharja menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas.
agenda yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanggamus itu tidak hanya berisi pelatihan teknik berkendara aman, tetapi juga sosialisasi Aplikasi Siger Lampung Presisi dan Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyebutkan, keselamatan di jalan raya bukan semata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui agenda Safety Riding dan Safety Driving ini kami ingin meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam berkendara sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan," kata Rahmad saat menyampaikan sambutan.
Menurut Kapolres, keberadaan komunitas pengemudi memiliki peran strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan lalu lintas. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mematuhi aturan berkendara.
Ia mengapresiasi kehadiran komunitas Vespa, pengemudi ambulans, pengemudi ojek online, ojek pangkalan, serta perwakilan Jasa Raharja yang dinilai memiliki komitmen bersama membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin.
Dalam kesempatan itu, Kapolres mengingatkan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki karakteristik geografis yang membuat potensi kecelakaan lalu lintas relatif tinggi.
Wilayah ini dilintasi ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Pringsewu hingga Lampung Barat dengan intensitas kendaraan yang cukup padat, termasuk angkutan barang.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sebagian kecelakaan lalu lintas di wilayah Tanggamus, salah satunya di Kecamatan Ulu Belu yang melibatkan kendaraan angkutan barang dan sepeda motor.
"Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kita semua harus lebih berhati-hati. Saat berkendara harus tetap fokus, menjaga konsentrasi, dan tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh sedang lelah atau mengantuk," ujarnya.
Rahmad menekankan, banyak kecelakaan berawal dari kelalaian pengemudi yang mengabaikan kondisi fisik maupun mental saat berada di balik kemudi.
"Kalau sudah mengantuk atau kelelahan, lebih baik berhenti dan beristirahat. Jangan memaksakan diri karena risikonya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya," tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Rudi Khisbiyantoro menjelaskan, kecelakaan lalu lintas umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni faktor manusia, kondisi kendaraan, serta lingkungan atau alam.
Karena itu, menurutnya, keselamatan berkendara harus dimulai dari kesadaran setiap individu.
"Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Faktor manusia masih menjadi penyebab dominan sehingga disiplin berlalu lintas harus terus ditingkatkan," katanya.
Rudi juga mengingatkan peserta agar tidak menyalahgunakan penggunaan sirene, rotator, maupun klakson khusus yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan tertentu dalam kondisi darurat.
"Penggunaan sirene dan rotator sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Jangan digunakan sembarangan karena dapat mengganggu pengguna jalan lain," tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungan masing-masing.
"Mulailah dari diri sendiri. Taat aturan, gunakan perlengkapan keselamatan, dan jadilah contoh bagi keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan.
Pengendara diimbau memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta memeriksa fungsi rem, tekanan ban, lampu penerangan, oli mesin, dan komponen penting lainnya.
Menurut Rudi, langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan akibat kerusakan teknis kendaraan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, menggunakan helm maupun sabuk pengaman sesuai ketentuan, serta tetap fokus selama perjalanan.
"Dengan disiplin berlalu lintas dan saling menghormati sesama pengguna jalan, angka kecelakaan dapat ditekan sehingga perjalanan menjadi lebih aman bagi semua," katanya.
Selain edukasi keselamatan berkendara, Satlantas Polres Tanggamus memanfaatkan agenda tersebut untuk memperkenalkan Aplikasi Siger Lampung Presisi serta Layanan Polisi 110 kepada masyarakat.
Melalui aplikasi dan layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi kepolisian, menyampaikan pengaduan, hingga melaporkan kejadian darurat, gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas agar segera ditindaklanjuti petugas.
"Kami memiliki harapan masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan digital kepolisian sehingga penanganan setiap laporan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," kata Rudi.
agenda tersebut turut dihadiri Kasubbag Pelayanan Jasa Raharja Kanwil Lampung Arief A. Rohman, komunitas pengemudi ambulans PPAI Tanggamus, pengemudi ojek online, ojek pangkalan, serta sebagian komunitas Vespa di Kabupaten Tanggamus.
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama korban jiwa di Indonesia.
Karena itu, edukasi berkelanjutan dan keterlibatan komunitas pengguna jalan dinilai menjadi langkah penting untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di daerah, termasuk di Kabupaten Tanggamus.