Monday, 02 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Guru di Metro Lampung Diminta Ajarkan Siswa Memilah Sampah Sejak Dini

02 November 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Guru di Metro Lampung Diminta Ajarkan Siswa Memilah Sampah Sejak Dini
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Provinsi Lampung tidak lagi sebatas mengajarkan peserta didik membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, para pendidik harus mulai menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Walikota Metro, Rafieq Adi Pradana saat menghadiri sosialisasi Gerakan Pilah Berkah di SD Negeri 4 Metro Utara, Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Senin (2/11/2026).

Program yang mengusung semangat Sampah Dipilah, Sekolah Berkah itu diharapkan menjadi langkah konkret mengubah kebiasaan warga sekolah dalam mengelola sampah.

"Sekarang sudah saatnya kita mengubah perilaku. Jika sebelumnya murid-murid hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, kini para guru harus mengedukasi mereka untuk mulai memilah sampah. Melalui program Pilah Berkah ini, kita mengenalkan gerakan sampah dipilah, sekolah berkah," kata Rafieq.

Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan menyediakan tempat pembuangan atau mengangkut sampah dari lingkungan permukiman.

Perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci, terutama dalam memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar.

"Manfaatnya bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga ada nilai ekonominya. Saya mengharapkan gerakan ini tidak berhenti sampai di sini. Harus kita awasi perjalanannya agar sekolah benar-benar mendapatkan manfaat dari acara positif ini," ujarnya.

Rafieq menjelaskan, para pelajar perlu diperkenalkan dengan cara mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya, sekaligus memahami sampah mana yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. Dengan begitu, pendidikan lingkungan tidak berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui praktik sehari-hari.

"Saya ingin mengajak anak-anak memulai acara positif ini. Kita ajarkan bagaimana memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Jadi, sampah itu bisa kita kelompokkan lagi karena memiliki nilai, bahkan hasil penjualannya bisa ditabung untuk acara warga sekolah," jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru hingga peserta didik, untuk membawa sampah anorganik yang sudah dipilah dari rumah ke sekolah.

Selanjutnya, sampah tersebut dapat disetorkan ke bank sampah terdekat sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh lingkungan pendidikan.

"Jadi saya mengajak warga sekolah, baik guru maupun murid, untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan rumah dengan membawanya ke sekolah. Sampah yang telah dipilah akan disetorkan ke bank sampah terdekat. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara yang bermanfaat," ungkap Rafieq.

Ia menggarisbawahi, keuntungan paling penting dari Gerakan Pilah Berkah bukan semata-mata uang yang dihasilkan dari penjualan sampah.

Lebih jauh, program tersebut menjadi sarana membangun kesadaran generasi muda agar terbiasa hidup bersih dan sehat, sekaligus memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

"Keuntungan paling utama dari gerakan ini adalah memberikan edukasi dan menanamkan kebiasaan kepada para pelajar agar membudayakan hidup bersih dan sehat, memanfaatkan sampah dengan baik, serta menjaga lingkungan tetap bersih dan asri," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 4 Metro Utara, Lindawati, menyambut positif program yang digagas Pemerintah Kota Metro tersebut.

Ia menyebut, sekolah yang dipimpinnya memiliki 414 siswa-siswi. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk membangun budaya memilah sampah apabila seluruh warga sekolah terlibat secara konsisten.

"Kami memiliki sebanyak 414 siswa-siswi. Kami para guru berkomitmen untuk terus mengedukasi warga sekolah, khususnya para pelajar, agar senantiasa menjaga lingkungan dan membiasakan diri memilah sampah," tegas Lindawati.

Melalui Gerakan Pilah Berkah, Pemkot Metro mengharapkan sekolah dapat menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya. Namun, keberhasilan program ini tentu tidak cukup diukur dari acara sosialisasi atau seremoni peluncuran.

Konsistensi pemilahan, ketersediaan fasilitas, pendampingan bank sampah, serta transparansi pemanfaatan hasil penjualan akan menjadi penentu apakah gerakan tersebut benar-benar membawa berkah bagi sekolah dan lingkungan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari