Thursday, 09 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gubernur Kenalkan Pupuk Hayati Cair, Tanaman Kopi Diklaim Berbuah Lebih Cepat

09 July 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Gubernur Kenalkan Pupuk Hayati Cair, Tanaman Kopi Diklaim Berbuah Lebih Cepat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Penerapan Pupuk Hayati Cair (PHC) di Kebun Induk Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, diklaim mampu memangkas masa produktif tanaman kopi dari sekitar tiga tahun menjadi hanya 1,5 hingga dua tahun. Inovasi tersebut diperkenalkan Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau Kebun Induk Hanakau bersama Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, Kamis (9/7/2026), sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi di daerah tersebut.

PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras. Penggunaan pupuk tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus memperbaiki kesuburan tanah.

Dalam dialog bersama para petani, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa penggunaan PHC tidak hanya berdampak pada percepatan masa panen, tetapi juga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Menurutnya, tanaman kopi yang diberi PHC memiliki daun yang lebih hijau, pertumbuhan lebih optimal, pembungaan lebih cepat, serta menghasilkan buah dengan ukuran yang lebih besar dan kualitas yang lebih baik dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.

Di Kebun Induk Hanakau sendiri, PHC telah diterapkan sejak tahun 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasil uji coba tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama pada percepatan masa produktif tanaman kopi.

Sebagai perbandingan, bibit kopi yang berasal dari biji umumnya baru dapat mulai berbuah dan dipanen setelah tiga tahun. Namun, melalui penerapan PHC, tanaman kopi diklaim sudah mampu menghasilkan buah pada usia sekitar 1,5 hingga dua tahun. "Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Untuk mendorong penerapan inovasi tersebut di tingkat petani, Gubernur Lampung juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol kepada petani agar dapat diuji coba secara langsung di lahan masing-masing.

Selain memperkenalkan PHC, Gubernur bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin dan jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Lampung meninjau Kebun Induk Hanakau yang dikelola UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.

Kebun Induk Hanakau merupakan pusat percontohan, penelitian, sekaligus pembibitan kopi unggul di Provinsi Lampung. Di lokasi tersebut diterapkan berbagai metode budidaya dan perawatan tanaman guna meningkatkan produktivitas serta mutu hasil panen kopi.

Kebun tersebut mengembangkan dua komoditas utama, yakni kopi robusta dan kopi arabika. Untuk kopi robusta, tersedia beragam klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 yang dijadikan sumber benih berkualitas.

Selain klon nasional, Kebun Induk Hanakau juga mengembangkan beragam klon lokal potensial, di antaranya Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari. Klon-klon tersebut dipersiapkan untuk menjadi varietas unggul bersertifikat yang dapat dikembangkan secara lebih luas oleh para petani.

Sementara itu, sekitar 200 batang kopi arabika ditanam di kawasan tersebut sebagai bagian dari uji adaptasi di wilayah dataran tinggi Sukau. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesesuaian tanaman arabika terhadap kondisi agroklimat setempat.

Usai peninjauan, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Lampung terhadap pengembangan sektor perkebunan kopi di Lampung Barat. Menurutnya, inovasi seperti PHC menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing kopi daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Orang nomor satu di Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat. Kami mengharapkan program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing," kata Mad Hasnurin. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari