Saturday, 20 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Ditjen Risbang Kemdiktisaintek dan BRIN Rampungkan Buku Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026

05 May 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 15 kali
Bagikan:
Ditjen Risbang Kemdiktisaintek dan BRIN Rampungkan Buku Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

JAKARTA- Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyelesaikan penyusunan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026.

Saat ini, dokumen strategis tersebut memasuki tahap konsultasi publik. Langkah ini diambil guna menjaring masukan, tanggapan, hingga saran dari para pemangku kepentingan dan masyarakat luas sebelum resmi diluncurkan.

Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026 ini diposisikan sebagai kerangka implementatif yang mengintegrasikan prioritas pengembangan riset dengan arah infrastruktur dan pengembangan nasional secara terukur dan berdampak.

Dokumen ini terbagi dalam dua bagian utama.

Pertama, Buku 1 berisi  Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045 yang mengatur arah transformasi jangka panjang dengan pendekatan dinamis dan multi-pihak.

Kedua, Buku 2 berisi agenda riset dan inovasi strategis Nasional 2026–2029 yang fokus pada rencana implementasi fase awal secara lebih rinci.

Dirjen Risbang, Fauzan, menjelaskan bahwa penyusunan dokumen ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara transformasi nasional jangka panjang dengan agenda riset jangka pendek maupun menengah.

"Melalui konsultasi publik ini, kami mengundang berbagai pihak untuk memberikan masukan agar dokumen ini semakin kuat, terukur, dan berdampak," terang Fauzan.

Ia juga melanjutkan keterangan bahwa transformasi berbasis sains dan teknologi tidak boleh terlepas dari dimensi sosial, hukum, budaya, ekonomi, bisnis, pendidikan, seni, dan keagamaan. Bidang sosial humaniora memegang peran strategis dalam memastikan setiap agenda riset memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam draf tersebut, sektor sosial humaniora menjadi bidang kunci dalam mendukung pengembangan industri strategis nasional.

Penguatan riset di berbagai sektor memerlukan pemahaman mendalam tentang kebijakan serta dampak lingkungan agar infrastruktur dan pengembangan berjalan secara menyeluruh dan inklusif.

Proses penyusunan ini melibatkan sedikitnya 279 anggota tim, termasuk 230 pakar dari perguruan tinggi, kementerian/lembaga, serta praktisi industri. 

Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghasilkan arah riset yang relevan dengan kebutuhan nyata.

Kemdiktisaintek dan BRIN kini mengundang kementerian, perguruan tinggi, komunitas riset, hingga mitra infrastruktur dan pengembangan untuk meninjau dokumen tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan atau tanggapan terhadap Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026, dapat menyampaikannya paling lambat hingga Minggu, 17 Mei 2026.

Aspirasi dapat dikirimkan melalui laman resmi: risbang.kemdiktisaintek.go.id/konsultasi-publik.

Partisipasi publik diharapkan mampu menyempurnakan dokumen ini sehingga menjadi rujukan strategis yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan transformasi nasional berbasis inovasi. 

 


Artikel ini merupakan hasil kurasi dari R a d a r L a m p u n g.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari