Sunday, 05 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Dinkes Bandar Lampung Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Masyarakat Waspada Lingkungan Kotor

20 May 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 17 kali
Bagikan:
Dinkes Bandar Lampung Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Masyarakat Waspada Lingkungan Kotor
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

– Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memastikan hingga Mei 2026 belum ditemukan kasus hantavirus yang terkonfirmasi di wilayah setempat. Kepastian itu diperoleh berdasarkan laporan dari rumah sakit maupun puskesmas yang tersebar di Kota Tapis Berseri.

Meski belum ada laporan kasus, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui paparan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi A Tumenggung menjelaskan, hantavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.

 Penularannya berkaitan erat dengan keberadaan tikus atau celurut yang membawa virus tersebut.

Penyebaran hantavirus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus terinfeksi maupun kotorannya.

Selain itu, seseorang juga bisa tertular saat menghirup debu yang telah terkontaminasi air liur, urine, atau feses tikus pembawa virus.

Risiko paparan juga dapat muncul ketika seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi, kemudian memegang area mata, hidung, atau mulut. 

Lingkungan dengan populasi tikus tinggi, seperti gudang, kebun, hingga rumah kosong yang tidak terawat, disebut menjadi lokasi yang rentan terhadap penyebaran virus tersebut.

“Sampai saat ini belum ditemukan adanya penularan hantavirus dari manusia ke manusia,” jelas Muhtadi.

Pihaknya juga menyebut seluruh kelompok usia memiliki risiko terpapar hantavirus, terutama masyarakat yang tinggal atau bekerja di lingkungan kurang bersih dan rawan tikus.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Hantavirus yang ditujukan kepada puskesmas, rumah sakit, serta masyarakat.

Dalam imbauannya, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

"Warga juga diminta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya, termasuk menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja agar tidak menjadi sarang hewan pengerat tersebut," imbuhnya.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menutup celah atau lubang di rumah yang berpotensi menjadi akses masuk tikus.

Pembersihan area yang ditemukan jejak tikus juga disarankan menggunakan metode pel basah atau wet cleaning guna mencegah debu beterbangan.

Dinkes turut mengingatkan masyarakat untuk menyimpan makanan dan minuman di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah atau pendakian.

"Masyarakat yang mengalami gejala mengarah pada suspek hantavirus diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara bagi pelaku perjalanan luar negeri, Dinas Kesehatan menyerukan agar mematuhi aturan dan anjuran kesehatan di negara tujuan guna mengurangi risiko paparan penyakit menular," tandanya.

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari