BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Kanwil) Lampung optimistis mampu melampaui target pengadaan beras tahun 2026 setelah realisasi serapan gabah dan beras dari petani terus menunjukkan tren positif.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menjelaskan target pengadaan yang diberikan kantor pusat kepada Kanwil Lampung tahun ini mencapai 253.000 ton setara beras. Jika dikonversikan ke gabah, target tersebut setara dengan sekitar 496.000 ton gabah.
Hingga 14 Juli 2026, BULOG Lampung telah berhasil menyerap sekitar 212.000 ton setara beras atau setara dengan sekitar 415.000 ton gabah dari petani di berbagai daerah di Provinsi Lampung.
"Capaian hingga kemarin sudah mencapai 212.000 ton setara beras atau sekitar 415.000 ton gabah. Itu berarti sudah sekitar 84 persen dari target yang diberikan kantor pusat kepada Kanwil Lampung," kata Rindo saat dimintai keterangan, Kamis (16/7/2026).
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, pihaknya meyakini target tersebut tidak hanya akan tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui.
"Kami optimistis dan cukup yakin target pengadaan tahun ini bisa kami capai, bahkan kami mengharapkan bisa melampauinya sampai akhir tahun," ujarnya.
Rindo menjelaskan, capaian serapan tahun ini juga telah melampaui realisasi pengadaan sepanjang tahun 2025. Tahun lalu, BULOG Lampung berhasil menyerap sekitar 202.000 ton setara beras, sedangkan hingga pertengahan Juli tahun ini jumlah serapan telah mencapai 212.000 ton setara beras.
"Artinya, capaian kami sampai 14 Juli ini sudah lebih dari 100 persen dibandingkan total serapan sepanjang tahun lalu. Tahun kemarin sekitar 202 ribu ton setara beras, sedangkan sekarang sudah 212 ribu ton," jelasnya.
Meski demikian, Rindo mengakui proses penyerapan gabah tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah tingginya persaingan pembelian gabah di tingkat petani karena harga gabah yang saat ini cukup baik.
Pemerintah sendiri menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga banyak pihak yang ikut bersaing membeli hasil panen petani.
"Kendala tentu ada. Harga gabah sekarang sedang bagus sehingga banyak pihak yang tertarik membeli. Namun kami tetap bekerja sama dengan pemerintah provinsi, dinas terkait, gapoktan, hingga mitra-mitra kami sehingga serapan tetap bisa mencapai 84 persen dari target," katanya.
Selain dukungan para mitra, Rindo juga mengapresiasi program Pemprov Lampung yang memberikan bantuan mesin pengering gabah (dryer) kepada kelompok tani.
Menurutnya, keberadaan dryer tersebut menjadi solusi atas persoalan pascapanen yang sebelumnya menjadi salah satu hambatan dalam penyerapan gabah.
"Tahun lalu memang ada kendala pada infrastruktur pascapanen. Alhamdulillah sekarang ada program Pak Gubernur yang memberikan dryer kepada kelompok tani dan mitra kami. Fasilitas itu sangat membantu proses pengeringan gabah sehingga kualitas gabah tetap terjaga dan serapan bisa lebih optimal," ungkapnya.
Untuk memastikan target pengadaan tercapai, BULOG Lampung juga terus memperluas kerja sama dengan kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), serta berbagai mitra pengadaan di daerah.
Selain itu, BULOG aktif melakukan sosialisasi kepada petani bahwa hasil panen mereka siap diserap sesuai ketentuan pemerintah.
"Kami terus memperkuat kerja sama dengan mitra dan kelompok tani. Kami juga melakukan sosialisasi kepada petani. Kalau ada yang berminat menjual gabahnya ke BULOG, kami siap menjemput langsung ataupun melalui mitra kami. Kami ingin memastikan petani mengetahui bahwa BULOG siap menjadi offtaker hasil panen mereka," tegas Rindo.
Ia mengharapkan sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh mitra dapat terus diperkuat sehingga target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai sekaligus menjaga stabilitas cadangan beras pemerintah dan memberikan kepastian pasar bagi petani Lampung.