Sunday, 24 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Buka Peluang Kerja Internasional, Kemendikdasmen Kucurkan Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK

24 May 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Buka Peluang Kerja Internasional, Kemendikdasmen Kucurkan Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

JAKARTA– Kemampuan bahasa asing kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal krusial bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen penuh menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di level global melalui program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026. 

Program ini dihadirkan sebagai “paspor global” agar para siswa memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, magang, hingga melanjutkan studi ke luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan bahwa SMK merupakan pilihan pendidikan yang sangat strategis bagi masa depan bangsa.

Lulusan SMK dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pembangunan daerah ekonomi Indonesia di kancah internasional.

“Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. 

Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di mana pun berada,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya saat membuka aktivitas Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2.

Abdul Mu'ti juga mengharapkan lulusan SMK tidak hanya sekadar menjadi tenaga kerja, melainkan mampu berperan sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di berbagai sektor industri dunia.

Dua Skema Utama: Targetkan Ratusan Ribu Siswa

Program strategis ini dijalankan melalui dua skema utama yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, yaitu

Pertama, Skema Bahasa Inggris (Sertifikasi TOEIC), Pemerintah membidik target besar dengan menyasar sekitar 170 ribu murid yang tersebar di lebih dari 800 SMK di seluruh Indonesia.

Kedua, Skema Non-Bahasa Inggris mencakup penguasaan Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. 

Skema ini telah memberikan akses kepada lebih dari 120 SMK dengan sasaran lebih dari 13 ribu murid.

Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

Senada dengan Mendikdasmen, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa tantangan dunia kerja modern saat ini telah bergeser. 

Industri kini tidak lagi hanya melihat selembar ijazah.

“Bahasa menjadi jembatan masa depan. Dunia kerja saat ini melihat kemampuan berkomunikasi dan kesiapan beradaptasi di lingkungan global. 

Karena itu, lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional,” tegas Tatang.

Tatang menambahkan keterangan, melalui penguatan kemampuan bahasa asing dan soft skill yang kokoh di samping keterampilan teknis (hard skill), pemerintah ingin memastikan lulusan SMK benar-benar matang.

Adapun pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) Tahap 2 yang digelar ini bertujuan untuk menyamakan visi seluruh sekolah penerima bantuan. 

Langkah ini diambil agar program berjalan tepat sasaran, profesional, serta memberikan dampak nyata dan langsung bagi para murid SMK di seluruh penjuru tanah air (*)

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari