Wednesday, 08 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Umat Hindu Bali Register 45 Mesuji Gelar Doa dan Minta Maaf atas Insiden Penyembelihan Tapir

08 July 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Umat Hindu Bali Register 45 Mesuji Gelar Doa dan Minta Maaf atas Insiden Penyembelihan Tapir
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebuah video yang memperlihatkan doa bersama sebagian umat Hindu Bali di lokasi penyembelihan tapir di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, beredar di media sosial.

Video berdurasi 3 menit 11 detik itu dibagikan melalui akun Facebook milik Made Kastiawan pada Selasa (7/7/26). Dalam rekaman tersebut, Made bersama Puluhan warga terlihat menggelar doa di lokasi penyembelihan tapir yang masih dipasangi garis polisi.

Dalam video itu, Made menyampaikan penyesalan atas peristiwa penyembelihan satwa dilindungi yang dilakukan sebagian warga beberapa waktu lalu.

Menurutnya, doa bersama digelar sebagai bentuk permohonan maaf kepada Tuhan atas tindakan yang menyebabkan matinya seekor tapir di kawasan Register 45.

"Kami memohon maaf kepada Tuhan atas kesalahan yang dilakukan saudara-saudara kami sehingga mengakibatkan berkurangnya hewan langka tapir ini," ujar Made seperti dikutip dari unggahannya Rabu (8/7/26).

Ia menjelaskan, doa bersama juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga satwa liar yang dilindungi serta tidak lagi melakukan perburuan maupun pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi undang-undang.

"Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan hewan langka yang dilindungi. Jangan sampai ada lagi perbuatan yang membuat populasinya berkurang dan berujung pada ancaman pidana," katanya.

Made mengaku merasa prihatin dan malu atas peristiwa tersebut. Meski pelaku merupakan bagian dari masyarakat sekitar, ia menekankan tindakan itu tidak dapat dibenarkan.

"Kami malu, tentunya kami malu. Tetapi bagaimanapun dia tetap saudara kami. Namun perbuatan itu tidak bisa dibenarkan," ungkapnya.

Ia mengharapkan kejadian itu menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian satwa liar. Menurutnya, semakin banyak satwa yang kehilangan habitat dan sumber makanan akibat kerusakan lingkungan maupun alih fungsi kawasan hutan.

"Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Mungkin ini menjadi pesan bagi kita semua agar lebih memperhatikan satwa-satwa langka yang semakin kehilangan tempat hidup dan sumber makanannya," tuturnya.

Sebelumnya, kasus penyembelihan tapir di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, menyita perhatian publik. Polisi telah menetapkan sebagian pelaku yang melakukan menyembelih satwa dilindungi tersebut.

Hasil penyelidikan mengungkap sebagian daging tapir sempat dibagikan kepada warga dan diolah menjadi masakan sebelum akhirnya kasus itu terungkap. Para pelaku kini telah diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui doa bersama yang digelar di lokasi kejadian, Made mengharapkan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih menghargai kehidupan satwa liar dan bersama-sama menjaga kelestarian satwa dilindungi beserta habitatnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari