BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Lampung tetap berlangsung seperti biasa pada Senin (7/9/2026), di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sebaran abu vulkanik di sebagian wilayah.
Namun demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menghimbau seluruh satuan pendidikan, guru, dan peserta didik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan aktivitas belajar mengajar untuk sementara tetap diadakan secara normal.
Meski begitu, para siswa diminta tetap menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.
Selain itu, siswa juga dianjurkan untuk lebih banyak berada di dalam ruangan kelas selama mengikuti aktivitas di sekolah dan membatasi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.
"Untuk besok, proses belajar mengajar SMA, SMK, dan SLB tetap berlangsung seperti biasa. Namun, para siswa tetap harus berhati-hati, menggunakan masker, dan tetap berada di dalam ruangan kelas selama berada di sekolah," ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dengan tetap mempertimbangkan kondisi terkini serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya apabila terjadi perubahan kondisi.
"Kami juga terus memantau perkembangan ke depan. Apabila ada perkembangan yang mengharuskan dilakukan penyesuaian terhadap aktivitas belajar mengajar, tentu akan segera kami sampaikan," katanya.
Thomas memastikan, pihak sekolah juga diharapkan dapat memastikan kondisi lingkungan pendidikan tetap aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Sekolah diminta meningkatkan perhatian terhadap kebersihan ruang kelas serta lingkungan sekolah, terutama jika ditemukan adanya dampak abu vulkanik. (*)