Friday, 28 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bandar Lampung dan Lampung Selatan Jadi Wilayah dengan Permintaan Air Bersih Tertinggi

28 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Bandar Lampung dan Lampung Selatan Jadi Wilayah dengan Permintaan Air Bersih Tertinggi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung memperkuat penanganan dampak kekeringan di beberapa wilayah yang ada di Lampung dengan cara menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air.

Kepala BBWS Mesuji-Sekampung, Elroy Koyari, menyebutkan pihaknya telah menyiagakan posko pengaduan untuk menerima laporan masyarakat terkait kekeringan. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.

"Kalau itu kami standby, kami ada posko. Aduan yang masuk kami langsung tindak lanjuti kalau bisa hari itu juga," kata Elroy saat dimintai keterangan, Jum'at (28/8/2026). 

Menurutnya, bantuan yang diberikan saat ini terutama berupa distribusi air bersih menggunakan tangki. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala karena sebagian wilayah penerima belum memiliki tempat penampungan air dengan kapasitas yang memadai.

Elroy menyebut masyarakat masih banyak yang mengandalkan jeriken untuk menampung air yang didistribusikan. Kondisi tersebut membuat proses penyaluran membutuhkan waktu lebih lama dan jumlah masyarakat yang dapat dilayani dalam satu kali distribusi menjadi terbatas.

"Yang jadi kendala dalam pelaksanaannya, waktu kita drop air itu penampungannya tidak ada. Masih mengandalkan jeriken. Itu kan butuh waktu lama," ujarnya.

Karena itu, BBWS Mesuji-Sekampung mendorong pemerintah desa di wilayah yang mengajukan permintaan bantuan untuk menyiapkan bak penampungan air. 

Dengan adanya tempat penampungan berkapasitas lebih besar, distribusi air diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau lebih banyak warga.

"Kita menginginkan di daerah yang meminta, saya sudah minta kepala desa paling tidak menyiapkan bak, supaya banyak yang bisa kita layani," jelasnya.

Dalam sehari, BBWS Mesuji-Sekampung dapat mendistribusikan sekitar 5.000 hingga 10.000 liter air bersih.

Dengan kapasitas tersebut, bantuan dapat dikirim ke sekitar dua hingga tiga lokasi dalam satu hari, menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan yang masuk.

Penyaluran air bersih tersebut telah dilakukan secara intensif selama sekitar satu bulan terakhir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kondisi kekeringan.

Wilayah dengan permintaan bantuan air bersih yang cukup tinggi antara lain Bandar Lampung dan Lampung Selatan.

Tingginya permintaan menunjukkan masih adanya masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air selama musim kemarau.

"Yang paling banyak sekitar Bandar Lampung, Lampung Selatan. Permintaannya cukup tinggi," kata Elroy.

BBWS Mesuji-Sekampung juga tidak bekerja sendiri dalam penanganan kekeringan. Distribusi air dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta beberapa unsur pemerintah dan instansi teknis lainnya.

Elroy menyebutkan, setiap permintaan bantuan yang masuk akan dikoordinasikan untuk memastikan distribusi dapat segera dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

"Kita pokoknya bekerja sama sama BPBD. Kalau ada permintaan, kita langsung kirim," ujarnya.

Selain BBWS Mesuji-Sekampung, dukungan juga diminta dari berbagai unsur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum maupun pihak lain yang memiliki sumber daya dan akses distribusi air.

Menurut Elroy, Balai Cipta Karya serta penyedia jasa yang berada di sekitar wilayah terdampak juga telah diminta ikut membantu apabila terdapat kebutuhan distribusi air bersih.

"Dengan seluruh kementerian, jadi bukan hanya BBWS. Balai Cipta Karya juga sudah kita minta, bahkan penyedia jasa yang berada di sekitar situ sudah kita minta, kalau ada permintaan segera dibantu distribusinya," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari