Wednesday, 02 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Atasi Kedaruratan Sampah, Proyek PSEL Kota Baru Ditarget Beroperasi 2028

02 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Atasi Kedaruratan Sampah, Proyek PSEL Kota Baru Ditarget Beroperasi 2028
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah progresif dalam menanggulangi masalah kedaruratan sampah melalui kolaborasi interkoneksi regional bersama Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, dan Pemkab Lampung Timur.

Pengolahan sampah harian daerah direncanakan bakal terintegrasi penuh ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan Kota Baru.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana memastikan komitmen daerah dalam menjamin ketersediaan pasokan bahan baku utama pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan tersebut.

"Pemkot Bandar Lampung berkewajiban menjamin ketersedian pasokan bahan baku utama pengolahan sampah yang minimal 770,13 ton per hari  berbasis teknologi ramah lingkungan tersebut,"kata Eva.

Senada disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto. 

Pihaknya menyambut optimis hadirnya proyek PSEL Lampung Raya sebagai solusi jangka panjang pengelolaan kebersihan wilayah urban.

Berdasarkan kalkulasi teknis DLH, estimasi kontribusi buangan sampah harian dari Kota Bandar Lampung diproyeksikan mencapai kisaran 700 ton per hari.

Target Operasional PSEL Kota Baru

Proyek pengolahan sampah regional yang melibatkan kerja sama pihak ketiga dan Danantara ini ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada akhir tahun 2027, serta diproyeksikan beroperasi penuh pada 2028.

Setelah fasilitas PSEL di Kota Baru beroperasi total, seluruh alur pembuangan sampah dari Kota Bandar Lampung akan dialihkan secara penuh. 

Dengan demikian, operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung dipastikan bakal dihentikan secara permanen.

Pemanfaatan teknologi PSEL ini diharapkan tidak hanya mengurai persoalan penumpukan limbah di TPA, sambung Budi, melainkan juga mampu mengonversi sampah perkotaan menjadi pasokan daya listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Optimalkan TPA Bakung di Masa Transisi

Sembari menunggu infrastruktur dan pengembangan fasilitas PSEL rampung, sambung Budi,  Pemkot Bandar Lampung melalui DLH tetap memfokuskan pembenahan pengelolaan sampah di tingkat hulu.

Budi menjelaskan, langkah transisi dilakukan dengan memperkuat sistem sanitary landfill di TPA Bakung saat ini melalui pengadaan geomembran guna menjaga optimalisasi pengelolaan lingkungan hingga fasilitas baru siap digunakan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari