Wednesday, 02 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

304 Anak Putus Sekolah di Lampung Kembali ke Bangku SMA Lewat Program SMA Terbuka

02 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
304 Anak Putus Sekolah di Lampung Kembali ke Bangku SMA Lewat Program SMA Terbuka
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

304 anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan kini kembali mendapat kesempatan menempuh pendidikan melalui program SMA Terbuka yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Program tersebut mulai berjalan setelah para peserta mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada akhir Agustus 2026. Ratusan peserta didik itu tersebar di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyebutkan kehadiran 304 peserta didik tersebut menjadi awal dari upaya Pemprov Lampung membuka kembali akses pendidikan bagi anak yang sempat berhenti sekolah.

"SMA Terbuka sudah melaksanakan MPLS akhir bulan kemarin, dan sekarang sudah running. Ada 304 siswa yang ikut serta menjadi peserta didik di SMA Terbuka yang tersebar di 15 kabupaten/kota," kata Thomas saat dimintai keterangan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Thomas, jumlah tersebut diharapkan terus bertambah. Sebab, masih terdapat anak usia sekolah yang belum melanjutkan pendidikan karena berbagai kondisi.

Untuk itu, ia mendorong agar keberadaan SMA Terbuka tidak hanya diketahui di lingkungan sekolah, tetapi juga disosialisasikan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Thomas menilai kepala desa dan camat dapat berperan dalam mengidentifikasi anak-anak yang sudah tidak bersekolah sehingga mereka dapat diarahkan kembali ke jalur pendidikan.

"Kita harapkan program ini bisa disosialisasikan di tengah masyarakat kepada para kepala desa dan camat. Pemprov Lampung dalam rangka menuntaskan angka putus sekolah punya program SMA Terbuka. Silakan mendaftar," ujarnya.

Ia menuturkan lebih lanjut, anak yang belum terakomodasi dalam program SMA Terbuka tahun ini masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program tersebut pada tahun berikutnya.

Berdasarkan data sementara Disdikbud Lampung, peserta SMA Terbuka tersebar di sebagian satuan pendidikan. Peserta terbanyak tercatat di SMA Terbuka Terusan Nunyai dengan 37 siswa.

"Kemudian SMAN 1 Kotaagung sebanyak 33 siswa, SMA Terbuka Padang Cermin 30 siswa, SMA Terbuka SMAN 1 Kalirejo 30 siswa, serta SMAN Way Jepara dengan 30 calon siswa sementara," kata dia.

Selanjutnya SMA Terbuka Jatiagung 26 siswa, SMA Terbuka SMAN 2 Pringsewu 24 siswa, SMAN 1 TBT Tulang Bawang Barat 19 siswa dan SMA Terbuka Bandar Lampung 17 siswa.

"Sementara itu, SMA Terbuka SMAN 1 Liwa memiliki 14 siswa, SMA Terbuka Batanghari 12 siswa, SMAN Terbuka Banjar Agung dan SMA Terbuka Baradatu masing-masing sembilan siswa, SMAN 1 Kotabumi delapan siswa, serta SMA Terbuka SMAN 1 Kalianda enam siswa," paparnya.

Thomas menjelaskan, para peserta tidak ditempatkan dalam satu kelas besar. Mereka mengikuti pembelajaran berdasarkan kelas yang dibentuk di masing-masing satuan pendidikan yang menjadi lokasi pelaksanaan SMA Terbuka.

Meski demikian, menurut Thomas, upaya menekan angka putus sekolah tidak bisa berhenti pada jenjang SMA. Persoalan serupa juga ditemukan pada anak yang berhenti sekolah sejak tingkat SD maupun SMP.

Karena itu, ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota turut mengambil langkah serupa dengan menyediakan program yang dapat memberikan kesempatan kedua bagi anak yang putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar.

"Harapan kita, pemerintah daerah kabupaten/kota juga menerapkan hal yang sama. Ada juga anak yang hanya lulusan SD dan tidak melanjutkan ke SMP," katanya.

Dengan adanya kesinambungan program, anak yang berhenti setelah SD dapat kembali melanjutkan pendidikan ke SMP. Begitu pula anak yang putus sekolah setelah SMP dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan hingga jenjang SMA.

"Jadi yang putus SD bisa melanjutkan ke SMP, dan yang putus SMP bisa melanjutkan ke SMA. Sehingga ini menjadi langkah korektif bagi kita semua untuk menurunkan angka putus sekolah dari tingkat SD sampai tingkat SMA," tegas Thomas.

Di sisi lain, pelaksanaan program SMA Terbuka juga menghadapi tantangan dalam proses pendataan. Tidak seluruh calon peserta yang teridentifikasi akhirnya dapat mengikuti program karena setelah dilakukan verifikasi ditemukan sebagian kondisi yang tidak sesuai dengan kriteria peserta.

Di Jatiagung, misalnya, empat calon peserta batal mengikuti program. Rinciannya, satu siswa diketahui telah lulus dari SMK swasta, satu calon peserta tidak memiliki riwayat pendidikan SMP, sementara dua lainnya diketahui bekerja di luar Lampung.

Kondisi serupa terjadi di Kalianda. Dua calon peserta tidak melanjutkan ke SMA Terbuka setelah verifikasi menunjukkan satu siswa masih berstatus aktif di SMA negeri lain dan satu lainnya telah dinyatakan lulus melalui Paket C.

"Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendataan anak putus sekolah menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pengembangan SMA Terbuka," kata dia.

Pemprov Lampung tidak hanya dituntut membuka akses pendidikan, tetapi juga memastikan penerima program benar-benar merupakan anak yang masih membutuhkan kesempatan untuk kembali bersekolah.

Dengan 304 anak yang kini kembali belajar, SMA Terbuka menjadi salah satu upaya Pemprov Lampung untuk memberikan kesempatan kedua kepada anak putus sekolah.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari