Friday, 05 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

118 Hasil Riset Kampus Top Indonesia Resmi Dikomersialkan Lewat PRIME STeP ADB

05 June 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
118 Hasil Riset Kampus Top Indonesia Resmi Dikomersialkan Lewat PRIME STeP ADB
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Komitmen perguruan tinggi di Indonesia dalam mentransformasikan hasil riset laboratorium menjadi produk komersial bernilai ekonomi tinggi menunjukkan lompatan besar. 

Hingga akhir tahun 2025, program kolaborasi berskala internasional, Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP), sukses mencatatkan pemanfaatan 118 kekayaan intelektual oleh sektor industri.

Keberhasilan ini menjadi salah satu topik utama dalam acara Kick-off Meeting Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026.

agenda strategis yang menggandeng Asian Development Bank (ADB) ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian, membedah tantangan, serta mempercepat hilirisasi riset nasional sebelum proyek ini resmi ditutup pada tahun 2027 mendatang.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, menggarisbawahi bahwa momentum peninjauan paruh waktu ini sangat krusial.

Seluruh pihak yang terlibat didorong untuk berani memetakan kendala di lapangan demi merumuskan solusi taktis secara bersama-sama.

"Mid term review mission ini menjadi kesempatan emas untuk meninjau capaian yang telah diraih, sekaligus memastikan setiap kendala di lapangan dapat diatasi sedini mungkin. Kami ingin dampak dari program ini benar-benar nyata bagi ekosistem inovasi nasional," ujar Heri.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, mengingatkan sisa waktu pelaksanaan program yang tersisa dua tahun lagi harus dimanfaatkan dengan strategi ekstra keras. Menurutnya, indikator kesuksesan riset modern saat ini tidak lagi sekadar menjadi pajangan produk atau laporan di atas meja kerja, melainkan harus lolos uji pasar.

"Secara umum, pelaksanaan PRIME STeP sudah berada pada jalur yang tepat. Namun, diperlukan upaya ekstra agar hasil riset tidak berhenti sebagai produk, tetapi benar-benar dapat dikomersialisasikan, dimanfaatkan industri, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," kata Ketut dengan optimis.

Pujian pun datang dari pihak internasional. Project Director sekaligus ADB Mission Leader, Yumiko Yamakawa, mengungkapkan rasa bangganya terhadap progres di Indonesia. 

Bahkan, ia menyebut proyek kemitraan di tanah air ini sebagai salah satu proyek percontohan global (flagship project) yang kini menjadi pusat perhatian negara-negara lain yang sedang menyusun program serupa.

"Capaian Indonesia dalam pengembangan Science Techno Park (STP) sangat luar biasa. Agenda reviu paruh waktu ini bukan hanya untuk melihat angka kemajuan, tetapi memastikan keberhasilan yang telah dicapai di sini dapat direplikasi secara global," puji Yumiko.

Berdasarkan arahan terbaru dari ADB dan perwakilan lintas kementerian (Kemenkeu dan Bappenas), arah program ke depan akan mengalami pergeseran strategis, di antaranya:

Pertama, Kualitas Di Atas Kuantitas  menggeser fokus utama dari pemenuhan target angka numerik menjadi kedalaman dampak sosial-ekonomi produk riset.

Kedua, Konektivitas Industri, Membuka ruang kemitraan yang lebih agresif (link-and-match) antara universitas dengan raksasa industri nasional.

Ketiga, Keberlanjutan Startup, Memastikan ekosistem bisnis baru berbasis teknologi (startup) di dalam kampus mampu mandiri secara finansial pasca-2027.

Sebagai langkah lanjutan dari Kick-off Meeting ini, tim delegasi dijadwalkan akan melakukan rangkaian diskusi teknis intensif serta peninjauan lapangan langsung ke empat kampus elit penggerak utama program ini, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI). 

Langkah akselerasi ini dipastikan akan menjadi jangkar utama dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia berbasis riset masa depan. (*)

 

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari