Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Masih Tahap Uji Coba, Pemerintah Akan Bagi-bagi Kompor Listrik

20 July 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Masih Tahap Uji Coba, Pemerintah Akan Bagi-bagi Kompor Listrik
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(ESDM) akan melaksanakan program pembagian kompor listrik. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap pengujian.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyampaikan pihaknya sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan tes sebelum program tersebut dijalankan.

"Baru dites. Kita baru dites di BBSP. Jadi kita bekerjasama sama tim PLN, sama Universitas UGM, sama ITB," ujar Eniya, usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta Pusat dikutip dari Detikcom, Senin (20/7/2026).

Tak hanya itu, Eniya menyebut tes tersebut juga sudah dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk menguji berbagai jenis kompor listrik.

“Kan sudah ada juga kolaborasi dari Kemendikti Saintek untuk melakukan tes. Jadi tes itu sedang kita lakukan sekarang perbedaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa," jelas Eniya.

Saat ditanya mengenai jumlah unit yang akan disebarkan pada tahap awal, Eniya menyebut belum menentukan angka pasti. Pihaknya masih menunggu hasil uji coba rampung untuk menghitung proyeksi konsumsi listrik per bulan serta estimasi harga kompor listrik tersebut.

"Belum, nah berdasarkan itu nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya itu nanti kita bahas dulu dengan Pak Menteri," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran untuk program bagi-bagi kompor listrik sebesar Rp 815,56 miliar. Program itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih sangat tinggi.

Sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Dari situ, kata Bahlil, negara harus mengeluarkan devisa di atas Rp 130 triliun per tahunnya.

"Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp 130 triliun. Subsidinya di atas Rp 80 triliun. Nah kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik," ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Saat ditanya mengenai berapa jumlah unit kompor listrik yang akan dibagikan dengan anggaran sebesar Rp 815, 56 miliar tersebut, Bahlil belum dapat memastikan jumlahnya. Ia menyampaikan kemungkinan besaran jumlahnya akan keluar di Agustus.

"Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit," ujarnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari