Saturday, 22 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, 13 Hotspot Terdeteksi

22 August 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
‎Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, 13 Hotspot Terdeteksi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, diperkuat dengan rencana pengerahan water bombing pada Minggu (23/8/2026) pagi.

‎Wakil Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Jihan Nurlela menyebutkan, penanganan kebakaran langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pada Jumat (21/8/2026) malam.

‎Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Lampung Timur, Balai TNWK, TNI-Polri, serta masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mitigasi agar kebakaran tidak meluas.

‎"Langsung dilakukan upaya penanganan atau mitigasi pemadaman kebakaran di lokasi tersebut," ujar Jihan, dalam keterangan yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, Sabtu (22/8/2026).

‎Jihan menyebutkan, hingga sore hari terdapat 13 titik hotspot atau anomali panas yang terdeteksi di kawasan TNWK. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di sebagian titik tersebut.

‎Namun, proses pemadaman di lapangan menghadapi sebagian kendala. Salah satu kendala utama adalah kondisi akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan.

‎Akibatnya, tim pemadam harus menuju titik api dan melakukan penanganan menggunakan peralatan manual serta alat-alat sederhana.

‎"Yang paling menjadi kendala adalah akses. Aksesnya jauh sekali dari akses kendaraan, sehingga teman-teman tim pemadam sampai dengan hari ini melakukan pemadaman menggunakan alat-alat manual, alat-alat sederhana," jelasnya.

‎Selain akses yang sulit, lokasi kebakaran juga berada jauh dari kanal atau sumber air. Kondisi tersebut semakin menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman secara cepat.

‎"Cuaca di lokasi juga menjadi tantangan. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api berpotensi menyebar sekaligus menyebabkan kabut asap tebal," kata dia.

‎Untuk mempercepat penanganan, Jajaran Pemprov Lampung terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Salah satu langkah yang ditempuh yakni meminta bantuan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.

‎Jihan memastikan, berdasarkan koordinasi yang dilakukan, pemadaman menggunakan water bombing direncanakan mulai dilakukan pada Minggu (23/8/2026) pagi.

‎"Insyaallah besok pagi-pagi akan ada pemadaman menggunakan water bombing. Kita doakan semoga berjalan dengan lancar dan sesuai jadwal," katanya.

‎Penggunaan water bombing diharapkan dapat membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, sekaligus mempercepat proses pemadaman di kawasan hutan.

‎Selain pemadaman melalui udara, BNPB juga telah menjadwalkan pelaksanaan modifikasi cuaca pada Senin (24/8/2026) sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.

‎"Di hari Senin insyaallah akan ada modifikasi cuaca yang sudah tercatat atau dijadwalkan oleh BNPB kepada kami," ujar Jihan.

‎Menurut Jihan, peralatan untuk pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut berada di bawah kewenangan BNPB sehingga pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎Jajaran Pemprov Lampung juga menaruh perhatian terhadap dampak kebakaran terhadap ekosistem TNWK. Kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk gajah dan badak.

‎Jihan mengharapkan titik api dapat segera dikendalikan sehingga kebakaran tidak meluas dan tidak memberikan dampak serius terhadap satwa maupun masyarakat di sekitar kawasan.

‎"Mohon doanya terus, teman-teman, supaya tidak meluas titik api, tidak meluas titik hotspot-nya, dan juga tidak berdampak serius kepada hewan-hewan di sana: gajah, badak, dan lain-lain, juga masyarakat tentunya," pungkasnya.

‎Upaya pemadaman pun masih terus dilakukan oleh tim gabungan sembari menunggu dukungan pemadaman udara menggunakan water bombing dan pelaksanaan modifikasi cuaca yang dijadwalkan BNPB.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari