BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
- Kepolisian Daerah Lampung masih memburu pihak yang diduga menjadi penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.
Polisi masih mendalami kemungkinan kebakaran tersebut dipicu kelalaian, kesengajaan, atau faktor cuaca.
Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman.
Menurut Heri, tim penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.
Bahkan, saksi ahli dari Jakarta juga telah didatangkan untuk membantu proses penyelidikan.
"Tim sudah melakukan beberapa pemeriksaan, baik akibat atau penyebab dari kebakaran tersebut, dan bahkan saksi ahli pun sudah kita datangkan dari Jakarta," katanya, Minggu, 8 November 2026.
Namun, Heri mengakui penyidik menghadapi beragam kendala dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
Luasnya kawasan TNWK membuat proses penyelidikan tidak mudah, terlebih masyarakat dapat keluar masuk kawasan tersebut untuk berbagai aktivitas.
"Tolong kepada masyarakat yang mengetahui, tentu karena kawasan ini sangat luas, masyarakat juga bisa masuk," ujarnya.
Ia menyebut aktivitas masyarakat di dalam kawasan diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran.
Aktivitas tersebut antara lain memancing, berkemah, hingga berburu.
"Bahkan mungkin ada dugaan agenda aktivitas masyarakat yang di dalam, seperti masyarakat memancing, berkemah, dan berburu. Apakah itu salah satu faktor penyebabnya?" ungkapnya.
Selain aktivitas masyarakat, faktor cuaca juga masih didalami oleh penyidik.
Heri menyebut suhu yang sangat panas saat kejadian juga berpotensi menjadi pemicu kebakaran.
"Apabila mungkin mereka berkemah, melakukan agenda apa, untuk camping dan sebagainya, atau dengan faktor cuaca. Ini kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan saksi ahli," kata Heri.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polda Lampung telah berkoordinasi dengan pengelola TNWK, Polres Lampung Timur, hingga Bhabinkamtibmas.
Mereka juga melakukan patroli bersama di sekitar kawasan tersebut.
"Dan kita pun sudah koordinasi dengan pengurus dari TNWK, melakukan patroli bersama dengan Polres dan Bhabinkamtibmas. Mudah-mudahan ini bisa kita ungkap," tambah dia.
Heri menekankan, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Dugaan tersebut mencakup keterlibatan masyarakat maupun oknum tertentu.
"Apakah ada unsur kelalaian, apakah ada unsur kesengajaan, baik dari masyarakat maupun beberapa oknum," kata Heri.
Selain penyelidikan, prioritas utama saat ini adalah memadamkan api yang masih membakar kawasan TNWK.
Polda Lampung bersama Polres Lampung Timur dan jajaran telah diterjunkan untuk membantu pemadaman bersama pengelola TNWK.
"Tetapi yang paling utama adalah proses pemadaman dulu kita utamakan, bekerja sama dengan pihak yang bertanggung jawab di TNWK," ujar Heri.
"Tentu Polri, khususnya Polda Lampung, bersama Polres Lampung Timur dan jajaran, akan turun melakukan pemadaman," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Heri juga menyinggung foto-foto yang sempat beredar terkait kebakaran TNWK.
Ia menyebut beragam foto hasil tangkapan layar CCTV di wilayah TNWK telah diamankan dan sedang ditelusuri.
"Ada beberapa foto, tangkapan layar dari CCTV yang ada di wilayah TNWK," kata Heri.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, identitas beragam orang yang terekam dalam foto tersebut diduga bukan berasal dari Lampung.
Sebagian identitas yang tertera dalam KTP menunjukkan alamat di luar Lampung.
"Setelah ditelusuri, kita cek, ternyata banyak KTP atau identitasnya tidak tinggal di Lampung, atau bukan orang Lampung. Tetapi apakah memang tidak tinggal di Lampung, atau sudah menjadi warga Lampung, tetapi orangnya berasal dari luar Lampung. Ini masih kita dalami," ujar Heri.
Heri menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola TNWK untuk menelusuri identitas tersebut.
Polisi juga telah melakukan pengecekan bersama Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran ke alamat yang tercantum dalam KTP.
"Kita sudah koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, kita cross-check, ternyata nama-nama yang mungkin kemarin dicurigai tidak tinggal di kampung tersebut. Jadi, pencarian sudah kita lakukan bersama Polsek jajaran, bahkan kita coba juga ke daerah asal yang tertera di KTP," kata Heri.
Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan beragam nama yang tercatat berasal dari Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.
Namun, polisi masih memastikan apakah orang-orang tersebut benar-benar berkaitan dengan kebakaran TNWK atau tidak.
"Muncullah nama-nama dan ada yang di Jawa Tengah dan ada yang di Sumatera Selatan dan sebagainya," ujar Heri.
Heri memastikan perkara kebakaran TNWK tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
Penanganan perkara ini juga menjadi salah satu prioritas sesuai arahan Presiden.
"Untuk kasusnya, ini masih naik sidik. Kita coba karena ini pun salah satu prioritas dari Bapak Presiden," ujar Heri.
Ia pun meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kebakaran tersebut segera melapor kepada polisi.
"Kita juga masih membutuhkan informasi dari masyarakat," tandasnya. (*)