BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi bakal memiliki nakhoda baru. Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si., resmi terpilih sebagai Rektor Itera periode 2026–2030 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan rektor yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pemungutan suara yang digelar secara tertutup di Ruang Rapat Utama Gedung A Itera tersebut, Prof. Elfahmi mendominasi dengan mengantongi 91,30 persen suara.
Sementara dua kandidat kuat lainnya, yaitu Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (ITB) dan Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. (Institut Pertanian Bogor), masing-masing harus puas berbagi suara dengan perolehan 4,35 persen.
Ketua Senat Akademik Itera, Dr. Sunarsih, M.A., memastikan bahwa seluruh proses dan tahapan pemilihan berjalan dengan jujur, objektif, tertib, dan menjunjung tinggi nilai integritas.
â"Berdasarkan hasil perhitungan suara tersebut, maka ditetapkan Rektor terpilih Institut Teknologi Sumatera periode 2026–2030 adalah Prof. Elfahmi," ujar Sunarsih dalam konferensi pers usai penghitungan suara.
Sunarsih memaparkan, mekanisme pemilihan rektor ini menggunakan komposisi suara sesuai regulasi, yakni 65 persen dari anggota senat dan 35 persen dari kementerian.
â"Total ada 23 suara. Sebanyak 15 suara berasal dari anggota senat yang hadir dan 8 suara dari kementerian melalui kuasa menteri," jelasnya. Dari total 17 anggota senat, dua orang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas di luar Lampung.
Adapun kuasa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemendiktisaintek RI, Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si.
Usai pengumuman resmi, Prof. Elfahmi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya melalui sambungan Zoom.
Dirinya memastikan komitmen besar untuk membawa kampus yang baru berusia 12 tahun ini bersaing di kancah global.
â"Kita ingin bersama-sama sivitas akademika menduniakan Itera sebagaimana induknya, ITB. Itera harus menjadi rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika," tegas Direktur Riset dan Inovasi ITB tersebut.
Lebih lanjut, pria kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini melihat adanya potensi besar di bumi Sumatera yang harus dikawal lewat bangku perguruan tinggi. Ia berencana langsung memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya di Lampung.
â"Lampung dan Sumatera memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Ini perlu dikembangkan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas SDM daerah," tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Rektor Itera yang saat ini menjabat, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Ia menyampaikan ucapan selamat dan dukungan penuh kepada suksesornya tersebut.
â"Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin Itera. Kami mendukung sepenuhnya," kata Prof. Nyoman, yang masa jabatannya akan resmi berakhir pada 30 Juni 2026 mendatang.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., menuturkan lebih lanjut bahwa setelah tahapan ini, Senat Itera akan segera menyampaikan hasil pemilihan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., untuk proses penerbitan SK Pengangkatan serta penjadwalan pelantikan resmi.