Tuesday, 09 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Terdampak Gangguan Teknis, 91 Peserta Ikut Tes Ulang TPA SMA Unggul

09 June 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Terdampak Gangguan Teknis, 91 Peserta Ikut Tes Ulang TPA SMA Unggul
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sebanyak 91 peserta megikuti tes ulang Tes Potensi Akademik (TPA) Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk SMA Unggul.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico merincikan, peserta tes ulang tersebar di beberapa sekolah. Di SMA Negeri 3 Kotabumi tercatat sekitar 30 peserta, SMA Negeri 1 Kotabumi sebanyak 21 peserta, satu peserta dari Tulang Bawang Tengah, empat peserta dari SMA Negeri 14 Bandar Lampung, serta sekitar 35 peserta dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

Thomas menjelaskan, tidak semua peserta berhak mengikuti tes ulang. Kesempatan tersebut hanya diberikan kepada siswa yang benar-benar terdampak gangguan teknis dan datanya terverifikasi melalui sistem server.

"Kami sangat selektif. Data peserta yang mengalami kendala sudah terekam di server berdasarkan identitas masing-masing. Hanya mereka yang waktunya terpotong atau tidak bisa menyelesaikan ujian akibat gangguan teknis yang diperbolehkan mengikuti tes ulang," jelas dia, Selasa (9/6/2026).

Seluruh peserta yang telah terverifikasi dijadwalkan mengikuti tes ulang hari ini pada pukul 13.30 WIB. Disdikbud juga memastikan bahwa gangguan teknis sebelumnya hanya terjadi di beberapa sekolah dan tidak berlangsung secara menyeluruh di seluruh lokasi pelaksanaan TPA.

"Hanya beberapa sekolah yang mengalami kendala. Di sekolah lain seperti Terbanggi Besar, Natar, dan beberapa lokasi lainnya, pelaksanaan tes berjalan normal tanpa gangguan," kata Thomas.

Ia melanjutkan, berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan teknis, mulai dari kondisi perangkat hingga kendala pendukung lainnya. Namun Disdikbud berkomitmen menyelesaikan seluruh persoalan yang muncul agar tidak merugikan peserta.

"Kami selesaikan hari ini sehingga seluruh peserta yang terdampak tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian dengan baik dan adil," katanya.

Pihaknya juga memastikan pelaksanaan tes ulang berlangsung dengan pengawasan lebih ketat. Langkah ini dilakukan untuk menjamin proses seleksi berjalan adil sekaligus mencegah potensi kecurangan selama ujian.

Dimana sistem ujian berbasis komputer yang digunakan telah dirancang untuk meminimalkan peluang peserta melakukan pelanggaran.

Menurutnya, peserta tidak dapat dengan mudah membuka aplikasi lain atau mengakses percakapan melalui telepon genggam saat ujian berlangsung. Sebab, ketika keluar dari sistem ujian, peserta akan otomatis ter-logout dan harus masuk kembali ke akun untuk melanjutkan tes.

"Kalau ada informasi mengenai kemungkinan mencontek, itu sangat sulit dilakukan. Ketika peserta keluar dari aplikasi ujian untuk membuka fitur lain, otomatis dia keluar dari login dan harus masuk kembali ke sistem," kata Thomas.

Meski demikian, Disdikbud tetap memperkuat pengawasan selama tes ulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah jumlah pengawas menjadi dua orang di setiap ruang ujian. Selain itu, seluruh telepon genggam peserta dikumpulkan sebelum ujian dimulai.

"Untuk memastikan keamanan pelaksanaan tes, hari ini kami menambah jumlah pengawas menjadi dua orang di setiap kelas. Handphone peserta juga dikumpulkan dan tidak boleh dibawa saat mengerjakan soal," ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan terhadap peserta yang menggunakan laptop. Petugas memastikan perangkat yang digunakan hanya untuk mengakses sistem ujian dan tidak dimanfaatkan membuka aplikasi lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.

"Kami awasi secara ketat, termasuk penggunaan laptop, sehingga tidak ada celah untuk melakukan kecurangan selama ujian berlangsung," tegasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari