Friday, 24 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

32 Siswa dan 1 Guru SDN 22 Tegineneng Diduga Keracunan MBG

24 July 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
32 Siswa dan 1 Guru SDN 22 Tegineneng Diduga Keracunan MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebanyak 32 siswa dan 1 guru SDN 22 Tegineneng, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (24/7/2026).

Para siswa dan guru yang keracunan dilarikan ke Puskesmas Trimulyo untuk mendapatkan pengobatan. 

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Trio Pranoto, saat dihubungi membenarkan adanya siswa dan guru SDN 22 Tegineneng yang mengalami mual dan pusing usai mengkonsumsi MBG.

“Kejadiannya benar mas. Siswa dan guru sempat diberi pengobatan di Puskesmas Trimulyo karena mengalami mual dan pusing. Setelah itu mereka sudah bisa pulang,” kata Trio, Jumat (24/7/2026).

Trio mengungkapkan, petugas kesehatan akan terus melakukan pemantauan selama tiga hari kedepan untuk melihat perkembangannya.

“Ada 32 siswa dan 1 guru di SDN 22 Tegineneng yang mengalami mual dan pusing. Dan setelah mendapatkan pelayanan dan pengobatan di puskesmas sudah bisa dipulangkan semua,” jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, saat dihubungi mengungkapkan tim Pemda Pesawaran bersama Kasi Intel Kejari Pesawaran sudah turun ke lokasi menindaklanjuti kejadian siswa yang diduga keracunan MBG di Tegineneng.

Antonius mengungkapkan, tim Pemda bersama Kasi Intel Kejari sudah turun ke lokasi dan mendatangi rumah-rumah siswa yang keracunan untuk mengecek kondisinya secara langsung.

“Langkah lainnya kami sudah mengambil sampel makanan MBG untuk dikirim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Pemprov Lampung. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan sampelnya apa,” kata Antonius, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan keterangan, setelah hasil pemeriksaan sampel makanan keluar, baru akan dilanjutkan pemeriksaan di dapur MBG atau SPPG yang memasok makanan tersebut. 

“Kami masih akan terus melakukan pemantauan terhadap para siswa selama tiga hari kedepan untuk memastikan kondisi mereka,” pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari