Tuesday, 22 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Tanggul Way Belu Kotaagung Barat Jebol 200 Meter, 300 KK Terdampak

22 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Tanggul Way Belu Kotaagung Barat Jebol 200 Meter, 300 KK Terdampak
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Banjir bandang menerjang permukiman warga di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (22/9/2026) dini hari.

Banjir akibat meluapnya Sungai (Way) Belu membuat tanggul jebol di beragam titik dengan total panjang sekitar 200 meter dan menerjang ratusan kepala keluarga.

Bencana terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam. Derasnya arus sungai membuat tanggul tidak mampu menahan debit air hingga akhirnya jebol dan air bah mengalir ke permukiman warga.

Berdasarkan laporan sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Kotaagung Barat, sedikitnya tiga lokasi terdampak langsung, yakni Pekon Negara Batin, Pekon Belu dan Pekon Teba Bunuk.

Di Pekon Negara Batin, Pedukuhan Sinar Maju, banjir berdampak terhadap sekitar 150 kepala keluarga. Sementara di Dusun Sukajadi Pekon Belu, sekitar 150 kepala keluarga juga terdampak.

Di lokasi tersebut, tanggul Sungai (Way) Belu dilaporkan jebol sepanjang sekitar 200 meter. Air juga membawa lumpur hingga masuk ke lingkungan SDN 1 Belu.

Tak hanya merendam sekolah, banjir menyebabkan pagar SDN 1 Belu jebol sekitar 15 meter. Sebanyak 10 rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara di Pedukuhan Tungbeliung Pekon Teba Bunuk, sekitar lima hektare lahan persawahan terendam air.

Ketinggian air di beragam permukiman warga diperkirakan mencapai sekitar 70 sentimeter. Selain rumah warga, beragam pagar rumah dilaporkan roboh akibat terjangan air.

Meski banjir telah surut, persoalan di lapangan belum selesai. Lumpur masih menutup beragam fasilitas umum dan rumah warga, Selasa (22/9/2026).

Dalam laporan sementara TRC Kecamatan Kotaagung Barat disebutkan, fasilitas yang membutuhkan penanganan segera antara lain SDN 1 Belu dan musala.

Tim di lapangan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Forkopimcam, pendataan dan inventarisasi dampak bencana, serta pembersihan material lumpur.

Kebutuhan mendesak yang disampaikan tim antara lain mobil pemadam untuk membantu membersihkan lumpur di SDN 1 Belu, musala dan rumah warga.

Selain itu, warga terdampak juga membutuhkan bantuan sembako.

Persoalan lain yang tidak kalah mendesak adalah kondisi tanggul Sungai (Way) Belu yang jebol sekitar 200 meter.

Tim Reaksi Cepat merekomendasikan penanganan dan perbaikan tanggul menggunakan alat berat excavator.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengamankan kembali aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir susulan apabila hujan deras kembali terjadi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid mengungkapkan, kondisi air saat ini telah surut. "Namun, beberapa titik masih membutuhkan penanganan, terutama fasilitas umum," kata Hendarman, Selasa (22/9/2026) sore.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Budiman mengungkapkan, hujan deras sejak malam menyebabkan debit Sungai (Way) Belu meningkat tajam.

'Setelah tanggul jebol, air langsung meluap menuju permukiman yang berada di sekitar aliran sungai," ungkap Budiman, Selasa (22/9/2026) sore.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan aparatur pekon masih melakukan asesmen, pendataan serta penanganan di lokasi.

Hingga laporan sementara diterima, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat banjir bandang tersebut.

Warga yang sempat terdampak juga telah kembali ke kediaman masing-masing setelah air surut.

Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai (Way) Belu diminta tetap waspada. "Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi kembali meningkatkan debit sungai dan memicu banjir susulan,' kata Budiman..

Karena itu, penanganan tanggul yang jebol menjadi kebutuhan mendesak, selain pembersihan lumpur dan pemulihan fasilitas umum.

Banjir (Way) Belu kali ini meninggalkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas pendidikan dan lahan pertanian. Tanggul yang jebol sepanjang sekitar 200 meter juga menjadi titik rawan yang perlu segera ditangani.

"Air memang telah surut, tetapi ancaman belum sepenuhnya berakhir. Perbaikan tanggul menjadi langkah penting untuk memastikan luapan Way Belu tidak kembali menerjang permukiman warga ketika hujan deras kembali mengguyur," ungkap Budiman.

Tim URC/TRC yang telah berada di lokasi bencana terdiri atas, Budiman, Yudha Franata, Mad Alaudin, Muzairi, dan Khoirulloh. masih melakukan pemantauan, pendataan dan koordinasi penanganan bersama unsur terkait.

"Data tersebut merupakan laporan sementara, sehingga jumlah rumah terdampak, nilai kerugian dan cakupan kerusakan masih dapat berubah setelah proses asesmen lapangan selesai, kata Budiman. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari