Tuesday, 26 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Tak Hanya Kopi, Komplotan Maling di Lampung Barat Kini Gasak Alat Pertanian

26 May 2026 14:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Tak Hanya Kopi, Komplotan Maling di Lampung Barat Kini Gasak Alat Pertanian
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

kopi di Lampung Barat kian meresahkan masyarakat. Para pelaku tidak lagi sekadar mencuri hasil panen, tetapi juga membawa kabur berbagai alat  perlengkapan pertanian milik warga.

Kondisi tersebut membuat petani merasa tidak aman saat meninggalkan kebun mereka, terutama pada malam hari.

Aksi pencurian kembali terjadi di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, pada Senin (25/5/2026) malam. Kali ini, gubuk milik seorang warga bernama Lihin menjadi sasaran komplotan pencuri yang diduga berjumlah lebih dari dua orang.

Menurut keterangan korban, para pelaku diduga masuk ke area kebun dan gubuk saat kondisi sekitar sepi dan minim penerangan. Mereka kemudian mengangkut berbagai peralatan pertanian milik korban yang disimpan di dalam gubuk.

beragam barang yang hilang di antaranya mulsa, drum penampung air, lampu tenaga surya, hingga beberapa alat pertanian lainnya.

Korban mengaku mengalami kerugian akibat aksi tersebut karena alat-alat pertanian yang dicuri memiliki nilai ekonomis dan dibutuhkan untuk aktivitas berkebun sehari-hari.

Lihin menjelaskan aksi pencurian di wilayah tersebut belakangan semakin nekat dan terorganisir. Para pelaku diduga telah mengetahui kondisi kebun warga dan memanfaatkan situasi saat pemilik tidak berada di lokasi.

"Sekarang bukan cuma kopi yang diambil, alat-alat kebun juga habis dibawa. Lampu tenaga surya, drum air, sampai perlengkapan lain di gubuk ikut hilang,” ujar Lihin saat memberikan keterangan, Selasa (26/5/2026).

Ia menduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang lantaran banyaknya barang yang berhasil dibawa kabur dalam satu malam.

Selain itu, medan perkebunan yang berada di kawasan perbukitan dinilai sulit dilalui jika hanya dilakukan seorang diri.

Peristiwa tersebut sontak memicu keresahan masyarakat Pekon Kota Besi. Warga mengaku khawatir aksi serupa kembali terjadi mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perkebunan kopi.

Masyarakat setempat meminta aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk menindaklanjuti maraknya aksi pencurian kopi yang terjadi di wilayah Kecamatan Batu Brak dan sekitarnya.

Warga memiliki harapan kepolisian dapat meningkatkan patroli malam, khususnya di kawasan perkebunan yang rawan menjadi sasaran pencurian.

Fenomena pencurian kebun kopi di Lampung Barat sendiri bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, beragam petani di berbagai kecamatan mengeluhkan hilangnya hasil panen kopi mereka menjelang masa penjualan. Situasi tersebut membuat petani mengalami kerugian besar di tengah tingginya biaya perawatan kebun.

Warga memiliki harapan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat segera mengambil langkah konkret guna memberikan rasa aman bagi para petani. Mereka menilai perlindungan terhadap hasil perkebunan penting dilakukan karena sektor kopi menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Lampung Barat.

Sebelumnya diberitakan, memasuki musim panen raya kopi, para petani di Kabupaten Lampung Barat mulai dihantui maraknya aksi pencurian hasil kebun.

Aksi kriminal tersebut dilaporkan terjadi di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, tepatnya di kawasan perkebunan Kubang dan Sekol Balak.

Dalam beberapa hari terakhir, beragam petani mengaku kehilangan kopi hasil panen yang sengaja ditinggalkan sementara di area kebun. Tidak hanya kopi yang sudah dipanen dan dimasukkan ke dalam karung, para pelaku juga disebut nekat mencuri kopi yang masih berada di batang pohon.

Salah seorang warga Pekon Kota Besi menjelaskan aksi pencurian diduga dilakukan pada malam hari saat kondisi kebun sepi dan minim pengawasan.

Para pelaku memanfaatkan lokasi perkebunan yang berjauhan dari permukiman warga untuk menjalankan aksinya.

"Jadi kemarin ada yang kopinya sudah dimasukkan dalam karung dan sengaja ditinggal karena sudah sore. Rencananya mau diangkut besok pagi, ternyata sudah hilang satu karung,” ujar warga setempat.

Menurutnya, aksi pencurian tersebut tidak hanya merugikan petani dari sisi hasil panen, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada tanaman kopi milik warga. Para pelaku disebut memetik paksa kopi yang masih berada di batang tanpa memperhatikan kondisi pohon.

“Selain itu, mereka juga maling kopi yang masih di batang, dipetik sendiri sama mereka. Ranting-ranting kopi bahkan dipatahkan juga. Biasanya malam hari mereka beraksi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari