BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biodiesel B50 pada Kamis (9/7/2026).
BBM yang merupakan campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak sawit tersebut kini mulai disalurkan di sebagian SPBU, termasuk SPBU Pertamina CoDo 23.351.01 Baypass Rajabasa, Bandar Lampung.
Pantauan Kupastuntas.co di lokasi pada Rabu (15/7/2026) menunjukkan sebagian pengemudi truk mulai beralih menggunakan BBM B50. Mereka mengaku tidak mengalami kendala pada mesin kendaraan dan memiliki harapan kehadiran B50 dapat mengatasi persoalan panjangnya antrean solar subsidi yang selama ini dikeluhkan.
Aris, seorang sopir truk, menyebutkan dirinya mendukung program pemerintah tersebut. Ia mengaku telah menggunakan B50 dan merasakan performa kendaraan tetap normal.
"Saya ikut saja program pemerintah. Sejauh ini saya sudah menggunakan B50 dan alhamdulillah tidak ada kendala pada mesin," ujarnya.
Menurut Aris, harga B50 juga tidak berbeda dengan Biosolar yang sebelumnya ia gunakan, yakni Rp6.800 per liter.
Ia memiliki harapan distribusi B50 mampu mengurangi antrean panjang yang selama ini sering terjadi saat pengisian Biosolar.
"Dulu cari Biosolar susah. Antreannya sampai berjam-jam, bahkan ada yang menginap. Harapan kami, dengan adanya B50 ini antrean bisa berkurang sehingga pekerjaan tidak terganggu," katanya.
Ia menuturkan lebih lanjut, antrean panjang selama ini membuat waktu kerja terbuang dan berdampak pada berkurangnya pendapatan para sopir.
Hal senada disampaikan Sigit. Ia mengaku sudah beberapa hari terakhir menggunakan BBM B50 dan merasakan kemudahan saat melakukan pengisian.
"Sekarang lebih mudah didapat dan antreannya tidak sepanjang dulu saat isi Biosolar. Sangat membantu kami," ucapnya.
Sementara itu, sopir truk lainnya, Ivan, juga menyambut baik kehadiran B50.
"Sekarang antreannya tidak sepanjang sebelumnya, jadi lebih cepat," singkatnya.
Para pengemudi memiliki harapan ketersediaan BBM B50 di SPBU terus terjaga sehingga distribusi bahan bakar diesel menjadi lebih lancar dan aktivitas angkutan barang tidak lagi terganggu akibat antrean panjang.