Tuesday, 22 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng MBG

22 September 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Lampung Tengah – Seorang siswa SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng yang menjadi salah satu menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (22/9/2026).

Korban diketahui bernama Reyhan Arisyah Putra, 9 tahun, warga Dusun 9, Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 WIB ketika agenda belajar berlangsung.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula ketika korban sedang mengonsumsi buah kelengkeng yang dibagikan sebagai bagian dari menu MBG di ruang kelas.

"Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak," kata Prenanta.

Setelah mengalami kesulitan bernapas, korban meminta bantuan kepada teman sekelasnya, Davin. Keduanya kemudian keluar dari ruangan. Saat itu, korban terlihat memegang bagian leher sambil mencari pertolongan.

Korban kemudian dibantu penjaga sekolah, Ahmad Surahman. Ahmad berupaya memberikan pertolongan dengan menepuk punggung korban. Namun, upaya tersebut belum membuat kondisi korban membaik.

Selanjutnya, korban dibawa ke ruang kepala sekolah agar dapat memperoleh pertolongan dari guru dan pihak sekolah.

Prenanta menyampaikan, korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang berada di mulutnya. Namun, buah kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasannya belum berhasil dikeluarkan.

"Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar," ujarnya.

Melihat kondisi korban yang belum membaik, pihak sekolah kemudian membawa Reyhan ke Puskesmas Poncowarno untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari puskesmas, korban selanjutnya dirujuk ke RS Kartini karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Namun, setibanya di unit gawat darurat, petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap korban dan menyebutkan Reyhan telah meninggal dunia.

"Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia," kata Prenanta.

Pasca kejadian, kepolisian melakukan sebagian langkah penyelidikan. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sebagian saksi.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, pihak keluarga menyebutkan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Reyhan. Setelah proses penanganan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sehingga, korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman," pungkas Prenanta.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari