BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupatuntas.co, Lampung Barat — Perselisihan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat, Prayitno, dengan Wendi Firnando dan Jevi Andrian terkait keributan dalam acara musik di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Ketiga pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan melalui musyawarah yang digelar di kediaman Abdul Rasyid, Selasa malam (20/10/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah keributan di kediaman Supriadi, Pekon Manggarai, Lampung Barat, pada Minggu malam (18/10/2026), menjadi perhatian publik.
Peristiwa itu ramai diperbincangkan setelah video keributan di atas panggung musik beredar. Sebelumnya, Prayitno telah memberikan klarifikasi mengenai kedatangannya ke lokasi, sementara pihak pengisi hiburan menyampaikan keterangan terkait kru yang disebut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dalam pertemuan itu, Prayitno, Wendi Firnando, dan Jevi Andrian memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Kesepakatan dicapai dengan mengedepankan komunikasi dan sikap saling memaafkan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, perdamaian tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
Prayitno menyebutkan, kesepakatan damai tersebut ditempuh untuk mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam.
“Kami mengadakan kesepakatan damai atas terjadinya kesalahpahaman yang terjadi di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam,” ujar Prayitno.
Ia menggarisbawahi, keputusan berdamai merupakan hasil kesepakatan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, tidak ada unsur pemaksaan dalam proses penyelesaian tersebut.
“Malam hari ini kami melaksanakan kesepakatan damai, tidak ada unsur pemaksaan. Kami sepakat untuk saling memaafkan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lampung Barat Edi Novial, anggota DPRD Untung, Sekretaris Lurah Pajar Bulan, keluarga Prayitno, keluarga Wendi Firnando dan Jevi Andrian, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, dan Bhabinkamtibmas Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam.
Sebelumnya, Prayitno menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi acara bertujuan membantu mengoordinasikan keamanan. Ia mengaku tersinggung karena tidak mendapat kesempatan menyampaikan imbauan terkait keamanan saat musik DJ masih dimainkan. Ia juga membantah datang ke agenda tersebut untuk mencari kesempatan tampil di atas panggung.
Di sisi lain, perwakilan AuthaBarayaMusic.Event_Lampung, Daru, sebelumnya menyebut salah seorang kru yang bertugas sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC) menjadi korban dalam insiden tersebut.
Menurut keterangan pihaknya, korban telah menjalani visum dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumber Jaya. Pihak penyelenggara juga sempat menyampaikan adanya dugaan kerusakan beragam peralatan hiburan akibat keributan tersebut.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, ketiga pihak diharapkan dapat mengakhiri perselisihan dan kembali menjaga hubungan baik di tengah masyarakat. Meski demikian, kesepakatan tersebut merupakan penyelesaian secara kekeluargaan antara para pihak, sedangkan persoalan terkait insiden sebelumnya tetap perlu dipahami berdasarkan keterangan masing-masing pihak.