BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus – Setelah hampir sepekan berjuang melawan luka bakar serius, Makmun (60), korban kebakaran rumah dan warung di Pekon Kusa, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, akhirnya meninggal dunia, Minggu (19/7/2026) dini hari.
Makmun mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Airan, Kabupaten Lampung Selatan, setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang mencapai sekitar 85 persen tubuhnya.
Jenazah almarhum kemudian dibawa pulang ke kampung halamannya dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Banjar Pekon Kusa sekitar pukul 11.00 WIB. Prosesi pemakaman dihadiri keluarga, kerabat, dan warga yang turut mengantarkan kepergian Makmun ke tempat peristirahatan terakhir.
"Beliau meninggal di Rumah Sakit Airan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dan tadi sekitar pukul 11.00 WIB sudah dimakamkan di pemakaman Banjar Pekon Kusa," ujar tetangga korban, Hamzah (65).
Kepala Pekon Kusa, Kartino Fiarsih, juga membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, kondisi Makmun terus menurun akibat luka bakar yang sangat parah hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.
"Benar, Pak Makmun meninggal dini hari tadi," kata Kartino.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Saat itu, Makmun diduga sedang memindahkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari mobil pribadinya ke dalam jeriken.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, diduga terjadi korsleting listrik yang memicu percikan api hingga menyambar uap Pertalite. Api kemudian membesar dan melalap rumah yang juga digunakan sebagai warung sembako milik korban.
Selain menghanguskan bangunan, kebakaran juga membakar satu unit mobil, sepeda motor, tabung gas elpiji, persediaan BBM eceran, serta seluruh isi rumah. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Dalam kejadian itu, Makmun mengalami luka bakar sekitar 85 persen, sedangkan istrinya, Sumini (55), mengalami luka bakar sekitar 15 persen saat berusaha menyelamatkan diri.
Selama hampir sepekan, Makmun menjalani perawatan intensif dan berjuang melewati masa kritis. Namun, luka bakar yang dideritanya terlalu parah hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Kepergian Makmun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Pekon Kusa. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat menangani bahan bakar yang mudah terbakar di lingkungan rumah. (*)